Bakal Dijadikan Percontohan Pusat Ekonomi Baru di Kabupaten
KABUPATEN – Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Ikfina Fahmawati dan Sa'dulloh Syarofi (Idola) membidik budi daya pisang cavendish karena dinilai memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Pasangan ini bakal mengembangkan menjadi pusat ekonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peluang emas ini ditangkap Ikfina saat blusukan ke Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, kemarin (28/10). Ikfina melihat langsung budi daya pisang cavendish yang dikelola BUMDes Sumber Makmur Abadi. Budi daya pisang asal Amerika Serikat tersebut bahkan sudah berjalan sejak 2019. ”Ini belum lama, tapi sudah luar biasa karena saya tadi (kemarin, Red) sudah melihat langsung. Ini bisa menjadi pusat ekonomi baru,” terangnya.
Ikfina lantas menyapa emak-emak warga Desa Gading. Bupati Mojokerto periode 2021-2024 ini menegaskan komitmen pasangan Idola. Yakni, dengan membangun pusat-pusat perekonomian baru di bumi Majapahit. Salah satunya budi daya pisang cavendish di Desa Gading. Ia menyarankan agar pisang cavendish ini diberi nama yang khas sebagai branding. Seperti Moca Anjasmara di Gondang, yang ditanam di lereng Gunung Anjasmoro. ”Nanti, di Gading ini harus diberi nama sendiri. Silakan bikin sendiri namanya," jelasnya.
Menurutnya, budi daya pisang cavendish bisa diintegrasikan dengan peternakan kambing. Sebab, daun dan pelepah pisang ini bisa diolah menjadi pakan kambing. Sedangkan buahnya dapat dijual, serta diolah para pelaku UMKM lokal menjadi keripik, bolu, maupun kue pisang. ”Ini memang yang menjadi salah satu program Idola Rakyat. Kami ingin membuat pusat-pusat ekonomi baru. Ini bisa menjadi percontohan,” ujarnya.
Budi daya pisang cavendish ini berada di atas lahan seluas 1 hektare. Saat ini, terdapat 2 ribu pohon pisang yang separo lahan sudah berbuah. Dalam sekali panen rata-rata mampu menghasilkan 200 sampai 300 kilogram pisang per 10 hingga 14 hari sekali. Setiap panen, omzet penjualan mencapai Rp 30 juta hingga Rp 45 juta. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi