Bangun Bendungan, Irigasi, hingga Normalisasi Waduk
KABUPATEN – Para petani di Kecamatan Dawarblandong semringah atas kehadiran cabup nomor urut 1, Ikfina Fahmawati, kemarin (25/10). Kehadiran pasangan Idola (Ikfina-Gus Dulloh) ini membuat petani menitipkan harapan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Utamanya, di sektor pertanian.
Selain memastikan memperjuangkan aspirasi petani, bersama Gus Dulloh, Ikfina menegaskan komitmennya memenuhi kebutuhan para petani untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.
’’Nomor 1 yang dikeluhkan adalah persoalan air. Jadi, ini yang harus kita perhatikan. Selain melakukan peluasan SPAM, kami komitmen melakukan normalisasi waduk dan irigasi agar suplai air untuk petani tercukupi,’’ ungkap Ikfina.
Langkah itu juga sudah direaliasikan pada periode pertama menjabat. Di era kepemimpinan Ikfina, seabrek proyek pembangunan irigasi, bendungan, hingga perluasan sistem penyediaan air minum (SPAM) terus digeber. Tahun ini, setidaknya ada 16 titik bendungan hingga saluran irigasi pertanian dibangun.
Sementara untuk perluasan SPAM berhasil menyasar 7.134 saluran rumah (SR). Termasuk normalisasi waduk untuk stok air petani di wilayah utara Sungai Brantas. Meliputi, Waduk Temuireng, Cinandang, dan Gunungan, Brayublandong, serta Waduk Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi. ’’Tinggal ke depan kita lanjutkan, kita perluas dan optimalkan lagi,’’ tutur Ikfina.
Sedangkan untuk persoalan pupuk, dihadapan petani, Ikfina menyatakan, meski menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihaknya tetap memberikan dukungan dengan mengusulkan alokasi pupuk melalui e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok). ’’Saya lihat, dari yang kita ajukan pupuk melalui e-RDKK disetujui pemerintah pusat. Yang diberikan untuk Kabupaten Mojokerto sudah lebih dari 90 persen. Nanti akan terus dipenuhi semua,’’ tegasnya.
Sesuai kebijakan pemerintah pusat, tahun depan penggarap persil lahan Perhutani juga bakal mendapatkan pupuk bersubsidi, meskipun lahannya bukan milik petani. Terlebih, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menuju Indonesia swasembada pangan. ’’Saat ini mulai dilakukan pendataan, dan insya Allah tahun depan sudah bisa digunakan, yaitu untuk petani persil,’’ tandas Ikfina. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi