KOTA – Pengamanan debat publik Pilkada Kota Mojokerto di Hotel Ayola Sunrise malam ini dijalankan secara ketat. Polisi bakal melakukan sterilisasi lokasi sebelum acara serta screening peserta. Tamu tanpa id card otomatis tak boleh memasuki ruangan debat.
KPU Kota Mojokerto bersama tim pasangan calon Junaedi Malik-Khusnun Amin dan Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi telah menyepakati sejumlah tata tertib debat. Di antaranya rombongan masing-masing calon maksimal sebanyak 60 orang.
”60 orang ini termasuk paslon, pendukung, ketua parpol pengusul,” kata Komisioner KPU Kota Mojokerto Ulil Abshor. Guna memastikan peserta debat tak melebihi batasan, menurutnya, pengamanan melibatkan pihak hotel, televisi, KPU, serta TNI/Polri. ”Pengamanan nanti berlapis-lapis,” imbuh dia.
KBO Satintelkam Polres Mojokerto Kota Isroful Mas’ud menyatakan, screening akan dilakukan terhadap peserta sebelum memasuki ruangan debat di ballroom hotel. Tamu tanpa tanda pengenal otomatis tak boleh memasuki ruangan. ”Yang pasti tamu ada id card yang sudah dibagi ke masing-masing tim paslon maupun undangan,” ujarnya.
Selain saat debat, lanjut Isroful, pengamanan secara ketat juga dilakukan sejak sebelum acara berlangsung mulai pukul 19.00. Termasuk proses sterilisasi ruangan untuk memastikan tak ada benda terlarang yang membahayakan berlangsungnya metode kampanye ini. ”Nanti juga ada pengamanan jalur dan sebagainya, kami maksimalkan,” tandas dia.
Debat publik perdana paslon pilwali Mojokerto bakal digelar di Hotel Ayola Sunrise, Jalan Benteng Pancasila, Jumat (25/10) malam. Debat dengan tema Menyelesaikan Persoalan Daerah, Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan, ini berlangsung selama 3 jam atau 180 menit. Debat disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta di Jawa Timur. (adi)
Editor : Hendra Junaedi