KOTA - Pemkot Mojoketro berupaya untuk terus menekan angka golput pada perhelatan Pilkada 2024. Salah satunya dengan melibatkan peran serta ketua RT/RW dan tokoh masyarakat (tomas) agar mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrari 27 November nanti.
Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono menyatakan, angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 ditarget meningkat. Untuk mencapainya, Dodik menyebut akan menerjunkan petugas untuk menggencarkan sosialisasi ke masyarakat.
’’Sosialisasi segera kami laksanakan kepada masyarakat melalui ketua RT/RW dan tokoh masyarakat untuk suksesnya pilkada nanti,’’ ungkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (9/9).
Menurutnya, petugas bakesbangpol akan diterjunkan setelah penetapan pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Mojokerto oleh KPU pada 22 September nanti. Dalam pelaksanaannya, ungkap Dodik, akan dilakukan secara menyeluruh di tiga wilayah kecamatan se-Kota Mojokerto.
’’Harapannya dari ketua RT/RW dan tokoh masyarakat bisa menyampaikan ke warga agar jangan golput,’’ papar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setadkot Mojokerto ini.
Dengan ditekannya angka golput tersebut, Pemkot Mojokerto menargetkan agar angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 meningkat.
Setidaknya, ungkap Dodik, capaiannya bisa melampaui partisipasi pada Pilpres dan Pileg pada Februari lalu yang menyentuh 89,4 persen. ’’Tingkat partisipasi ini yang akan kita pertahankan dan upayakan untuk ditingkatkan,’’ tandas dia.
Di samping itu, tujuan sosialisasi juga untuk menjaga kondusivitas politik dan keamanan selama tahapan Pilkada di Kota Mojokerto.
Termasuk mengantisipasi terkait penyebaran disinformasi atau berita hoaks yang trennya rentan meningkat pada masa pemilihan. ’’Selain tingkat partisipasinya juga tinggi, tujuannya agar pilkada berjalan damai dan menghasilkan kepala daerah yang legitimate dari suara masyarakat,’’ pungkas Dodik. (ram/fen)
Editor : Imron Arlado