KOTA - Bakal calon (bacalon) wakil wali (wawali) Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memantapkan diri untuk maju di Pilkada 2024 mendampingi Ika Puspitasari.
Menyusul telah direstuinya pengajuan pengunduran dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Kemarin (22/8) pernyataan itu disampaikan Sandi saat berkunjung ke kantor DPC PDIP Kota Mojokerto.
Rektor Universitas Islam Majapahit (UNIM) ini mengklaim dirinya telah resmi mundur sebagai ASN di Kemendikbudristek. ”ASN saya sudah mundur,” ungkapnya.
Sebelumnya, dia menyatakan telah mengajukan pengunduruan diri sebagai abdi negara yang dilayangkan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur.
Putra bupati Mojokerto periode 1990-2000 Machmoed Zain ini mengaku telah mengantongi restu pasca menerima surat balasan atas pengajuan pengunduran dirinya tersebut.
”Surat tanggalnya lupa, tapi kita sudah sampai ke keterangan LLDIKTI, artinya tinggal nunggu BKN. Dan itu sudah cukup untuk (syarat) pendaftaran,” tandasnya.
Begitu juga dengan jabatan sebagai rektor Unim yang akan habis per September nanti. Setelah menanggalkan statusnya sebagai ASN, Sandi kini mulai aktif muncul di hadapan publik.
Antara lain, saat mendampingi Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, pada proses penerimaan rekomendasi dari PAN, Partai Gerindra, dan PDIP.
Hingga Kamis (22/8), Sandi menyatakan masih tak menyangka bahwa dirinya bakal bersanding dengan Ning Ita menuju Pilkada 2024.
”Nggak ada pertimbangan apa-apa, tiba-tiba sudah sampai di sini (sebagai bacawawali),” ulasnya. Dia juga tak banyak menyampaikan alasan diterimanya pinangan dari Ning Ita.
Sandi menegaskan, langkah ikhtiar politiknya hanya diniatkan sebagai ibadah semata. ”Kepentingan hanya satu, yaitu memperluas kebaikan saja,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi