KABUPATEN - DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto memastikan mundurnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak berdampak terhadap arah politik di daerah.
Khususnya di tengah helatan Pilkada Kabupaten Mojokerto 2024 yang surat rekomendasinya dipastikan turun kepada bakal pasangan calon (bapaslon) Ikfina Fahmawati dan Sa’dulloh Syarofi (Idola).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto Winajat mengatakan, keputusan Partai Golkar mengusung bapaslon bupati dan wakil bupati Mojokerto ini sudah final. Penentuan arah politik di bumi Majapahit itu juga sudah melalui mekanisme partai.
’’Tidak ada dampak, surat keputusan semua melalui mekanisme organisasi,’’ ungkapnya Selasa (13/8).
Terlebih, partai Golkar sudah menurunkan surat rekomendasi kepada pasangan Ikfina Fahmawati dan Sa’dulloh Syarofi pada helatan pilkada, 27 November mendatang.
’’Surat yang kita serahkan kepada pasangan Idola itu sudah final, itu sudah surat keputusan,’’ tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Winajat memastikan bakal melangsungkan deklarasi pemenangan Idola secara resmi dalam waktu dekat atas arah dukungan partai berlambang beringin tersebut. Bahkan, konsolidasi secara internal juga sudah dilakukan.
’’Segera pokoknya. Kita menyesuaikan jadwal ibu bupati (Ikfina Fahmawati). Kita mencari hari baik,’’ kelakarnya.
Demikian juga dengan partai koalisi. Partai dengan lima kursi di parlemen ini bakal menggelar konsolidasi politik. Terdiri PKB dengan 10 kursi di parlemen dan PKS dengan empat kursi di DPRD Kabuaten Mojokerto.
Keduanya diketahui sudah lebih dulu mendeklarasikan pemenangan untuk pasangan Idola. Di sisi lain, Winajat mengungkapkan, kemungkinan besar akan ada partai politik yang lolos ke parlemen segera merapat ke dalam koalisi pemenangan Idola.
’’Alhamdulillah semakin banyak teman-teman partai bergabung. Ya, berarti menambah kekuatan bakal calon,’’ tuturnya.
Sebelumnya, penyerahan rekomendasi atas keputusan tersebut diserahkan Ketua DPD Golkar Jatim M. Sarmuji kepada pasangan Idola di kantor DPD Golkar Jatim, Kamis (25/7) malam.
Baca Juga: Pulau Jawa Berisiko Terkena Dampak Gempa Megathrust, Berikut Lokasi Gempa Megathrust
Dari tiga tokoh yang sebelumnya diberi surat tugas, akhirnya diputuskan rekomendasi diberikan kepada Ikfina sekaligus incumbent. Terpisah, Ikfina Fahmawati menegaskan, dukungan yang mengalir kepada dirinya dianggap sebagai anugerah.
Sebab, lanjut di, tentu tidak mudah bagi partai untuk menentukan siapa yang dipercaya menerima rekomendasi.
’’Dengan dukungan yang mengalir, mulai dari PKB, PKS, dan Golkar pada saya dan Gus Dulloh menjadi suatu kepercayaan yang luar biasa. Ini menjadi bentuk pengakuan partai politik pada kami, jika kami bisa mengemban amanah yang sudah dipercayakan,’’ ungkap Ikfina. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi