KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Membangun koalisi bersama sejumlah partai politik (parpol) terus digencarkan salah satu bakal calon (bacalon) wali kota, Junaedi Malik.
Selain dengan PPP, ketua DPC PKB Kota Mojokerto ini juga membentuk bangunan koalisi bersama Partai Gerindra.
Tak sekadar bergabung, partai besutan Prabowo Subianto tersebut juga disebut bakal mendapat jatah posisi bacalon wakil wali kota (wawali) yang nantinya diampu Ketua DPC Gerindra, M Harun.
Sabtu (25/5), komitmen bersama antara PKB dengan Gerindra terjalin lewat silaturahmi antarpengurus yang digelar di sebuah rumah makan di Kawasan Kelurahan/Kecamatan Kranggan.
Bangunan koalisi bersama ini ditandai dengan penandatanganan (memorandum of understanding/MoU) antara PKB dengan Gerindra dan disaksikan pengurus PPP.
Ke depan jika hal tersebut resmi menjadi partai koalisi dalam pilwali, dengan demikian menggenapi 7 tujuh kursi.
Atau lebih dari 20 persen jumlah kursi dewan sebagai syarat mengusung calon wali kota di pilwali 2024 nanti. Di antaranya, PKB dengan 4 kursi, Gerindra 2 kursi, dan PPP 1 kursi.
’’Awal dengan PPP dan sudah bangun komitmen. Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) bersambung dengan bertambahnya Partai Gerindra. Memang sudah lama komunikasi dan menyamakan persepsi,’’ ujar Junaedi.
Pria yang menjabat wakil ketua DPRD Kota Mojokerto ini menegaskan, pilihan M Harun disebut sebagai bakal pendampingnya tak lepas dari hasil koordinasi dan komunikasi bersama internal pengurus DPC hingga DPP PKB.
Junaedi mengklaim bangunan koalisi tiga partai itu sudah dapat mengusungnya dirinya bersama M Harun di pilwali, 27 November nanti.
Namun, dirinya menyerahkan sepenuhnya keputusan rekomendasi di tangan DPP masing-masing partai. Hanya saja, dirinya mengaku optimistis, komitmen bersama ini merupakan bentuk ikhtiar dalam menjemput rekomendasi pencalonan Junaedi-Harun.
’’Kebijakan (rekomendasi pencalonan, Red) ada di induk partai saat injury time. Hari ini (kemarin, Red) kami di tingkatan cabang sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjemput rekomendasi itu. Hasil terakhirnya tetap ada di induk partai,’’ imbuhnya.
Sementara itu, M Harun mengakui komunikasi dalam membangun koalisi bersama di pilwali sejatinya sudah terjalin sejak lama.
Khususnya, sejak keduanya sama-sama duduk di kursi DPRD Kota Mojokerto mulai 2014 hingga sekarang.
’’Apalagi, Gerindra ini kan tidak akan membuka penjaringan,’’ terangnya. Setelah ini, lanjut dia, baik Gerindra maupun PKB masih harus menunggu perintah dari masing-masing induk partai hingga keputusan jatuhnya rekomendasi.
Di samping itu, konsolidasi dan komunikasi dengan partai lain tetap dijalankan. ’’Untuk (membangun) koalisi dengan partai lain masih memungkinkan dan masih dinamis,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi