KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Usai membuka penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada), Partai Nasdem sepakat memutuskan Ika Puspitasari sebagai calon wali kota (cawali) yang akan diusung di Pilkada 2024 nanti.
Kamis (23/5), nama Ning Ita ditetapkan dalam pleno hasil penjaringan DPD Nasdem Kota Mojokerto.
Penetapan tersebut setelah bacalon incumbent ini menjadi calon tunggal yang mengikuti penjaringan, 3-7 Mei lalu.
Penetapan tersebut sekaligus menjadi yang pertama dari sejumlah penjaringan yang dibuka partai politik (parpol) penguasa parlemen Kota Mojokerto.
Ketua DPD Nasdem Kota Mojokerto, Albert Pieters Lasut mengatakan, ditetapkannya Ning Ita setelah tidak ada figur lain yang mendaftar dalam penjaringan di partai besutan Surya Paloh tersebut.
Perempuan yang juga ketua PC Muslimat NU Kota Mojokerto ini tersebut menjadi satu-satunya figur yang serius mengikuti tahapan penjaringan bacakada.
Sehingga berdasarkan peraturan partai, Ning Ita secara otomatis menjadi calon tunggal yang akan diusung di helatan Pilwali, 27 November nanti.
’’Rapat pleno ini kami memutuskan ibu Ika Puspitasari atau Ning Ita sebagai calon Wali Kota Mojokerto.
Selama penjaringan, hanya incumbent yang serius mendaftar dengan mengambil dan menyerahkan formulir langsung ke DPD Nasdem,’’ tandasnya.
Albert mengakui, beberapa figur memang sempat menjalin komunikasi dengannya maupun pengurus lain untuk mengikuti setiap proses pemilihan cakada.
Namun sejak pendaftaran dibuka dan ditutup, hanya petahana yang mendatangi kantor DPD baik saat pengambilan hingga penyerahan formulir.
Sedangkan lainnya, justru tak menampakkan batang hidungnya.
’’Sebelumnya ada yang komunikasi secara lisan kepada tim desk pilkada, tapi itu tidak dilanjutkan pada jenjang formal mengambil dan mengembalikan formulir. Sehingga kita menganggap tidak ada proses formalnya walaupun ada komunikasi,’’ tambahnya.
Meski rekom pencalonan ada di tangan pengurus DPP, namun pleno penetapan di tingkatan DPD tetap harus dilaksanakan sebagai tahapan agar rekom bisa turun.
Hasil dari pleno nantinya akan dibawa dalam pleno tingkat provinsi yang digelar 25-26 Mei nanti. Sebelum akhirnya diserahkan ke tingkat pusat untuk diturunkan rekom atau form B.1-KWK sebagai syarat menjadi calon wali kota.
’’Di sana nanti seluruh DPD se-Jawa Timur akan berkumpul untuk melaporkan proses hasil penjaringannya,’’ tambahnya.
Selain Nasdem, parpol yang sudah menyelesaikan pendaftaran penjaringan bacakada adalah PDIP.
Sejak dibuka 30 April dan ditutup 20 Mei, partai berlambang banteng moncong putih ini mampu menjaring lima figur, yang terdiri dari tiga bacalon wali kota dan dua bacalon wakil wali kota.
Termasuk Ning Ita yang turut mengikuti penjaringan agar bisa mengantongi rekom dari partai pemenang pileg 2024 di Kota Mojokerto tersebut.
Ditanya soal turunnya rekom, Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo menegaskan, rekom sudah menjadi kewenangan pengurus DPP.
Dirinya hanya diminta untuk menjaring figur yang layak diusung sendiri maupun koalisi dengan partai lain.
Setelah penjaringan ditutup, pengurus DPC PDIP kini diminta menjalani evaluasi pada rakernas akhir bulan nanti.
Setelah itu, proses penjaringan masuk pada tahapan psikotes bacalon untuk dinilai kelayakannya.
Jika dianggap layak, maka DPP PDIP akan menjatuhkan rekom yang diprediksi akan turun akhir Juli atau sebulan sebelum pendaftaran calon wali kota dibuka KPU.
’’Setelah ini berkas kami laporkan ke DPW hingga DPP PDIP, kemudian dibahas dan dievaluasi dalam rakernas. Kalau rekom informasinya Juli-Agustus, atau sebelum pendaftaran dibuka,’’ pungkas Santoso. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi