KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga bulan jelang pendaftaran pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, perburuan rekomendasi partai politik (parpol) di Kota Mojokerto akan berjalan makin kompetitif.
Selain persaingan pada bursa bakal calon wali kota (bacawali), kini juga mulai muncul figur bakal calon wakil wali kota (bacawawali).
Penjaringan yang dibuka Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mojokerto, Minggu (19/5), terdapat dua sosok sekaligus yang mengajukan diri untuk maju di Pilwali 2024 melalui parpol yang memiliki 3 kursi di DPRD ini.
Di antaranya Ika Puspitasari yang mendatangi kantor DPD PKS Kota Mojokerto di Jalan Meri Barat, Kecamatan Kranggan.
Bersama-sama dengan timnya, perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini meminang PKS untuk bisa mendukungnya sebagai Bacawali Mojokerto 2024.
’’Saya hari ini (19/5) datang dalam rangka mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota melalui DPD PKS untuk Pilkada Kota Mjokerto 2024,’’ terangnya, kemarin.
Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023 ini menyatakan, pendaftaran di PKS bertujuan untuk memperbanyak dukungan agar mempermulus langkah menuju periode kedua.
Karena sebelumnya, Ning Ita juga telah melamar ke Partai NasDem (3 kursi), PDIP (5 kursi), PAN (2 kursi), PKB (4 kursi) dan mengantongi surat tugas dari Partai Golkar (2 kursi).
’’Harapannya tentu nanti bisa bersama-sama berkoalisi dengan partai-partai yang lain untuk berjuang besama-sama untuk memenangkan Pilkada 2024,’’ tandasnya.
Tak hanya berhenti di situ, dia juga menyebut masih terus menjalin komunikasi dengan parpol lainnya.
Bahkan, Ning Ita juga menyatakan akan kembali mengajukan lamaran jika ada parpol yang membuka pendaftaran penjaringan untuk membidik sapu bersih rekomendasi.
’’Semoga ada kecocokan visi dan misi, ada kecocokan persepsi sehingga makin banyak makin baik. Syukur-syukur bisa semuanya (parpol),’’ ulasnya.
Berikutnya, DPD PKS Kota Mojokerto kembali kedatangan Agus Supriyanto bersama rombongan yang juga berminat untuk mengajukan diri berkontestasi di Pilkada 2024.
Sosok yang kini masih aktif menjabat sebagai Kades Mojowatesrejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini mengincar untuk mendapat dukungan maju sebagai Bacawawali Kota Mojokerto.
’’(Tujuannya) dalam rangka ikut penjaringan bakal calon Wakil Wali Kota Mojokerto, karena masih ada peluang yang dibuka di PKS,’’ beber Agus.
Dikatakannya, salah satu yang menjadi alasan mengajukan diri sebagai bacawawali karena keluarga besarnya berada di Kota Mojokerto.
Sehingga, Agus menyatakan ingin mengabdikan diri untuk memberikan kontribusi bagi Kota Onde-Onde.
Dan, dirinya juga mengaku siap dipasangkan dengan siapa pun jika mendapat dukungan untuk maju jadi bacawawali.
’’Andikata saya berjodoh dengan siapa pun nanti yang menjadi bakal calon wali kotanya, saya siap untuk berkolaborasi untuk mengisi dan melengkapi apa yang menjadi visi dan misi beliau,’’ ulasnya.
Selain PKS, Agus juga menyatakan akan menjalin komunikasi dengan parpol-parpol lainnya. Kehadiran figur kades asal Kabupaten Mojokerto makin mewarnai bursa Pilwali Mojokerto 2024.
Atas langkahnya tersebut, dia juga mengaku akan menerima berbagai konsekuensi, termasuk meninggalkan jabatannya saat ini apabila mendapat kepercayaan untuk maju di Pilkada 2024.
’’Kalau itu sudah final, artinya bener-bener saya diberikan amanah oleh PKS dan partai-partai yang lain untuk menjadi bakal calon wali kota dan bakal calon wali kota sudah ada chemistry dengan kami, ya secara persyaratan akan kami lengkapi.
Termasuk harus mengundurkan diri dari jabatan kepada desa,’’ ulasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Mojokerto Budiarto mengatakan menyambut baik kedatangan Ning Ita maupun Agus Supriyanto.
Menurut dia, keduanya sama-sama memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan dari PKS untuk maju sebagai bacawali maupun bacawawali. ’’Semuanya berpeluang, karena masing-masing mempunyai kelebihan.
Dan masih ada waktu bagi kami maupun bagi beliau-beliau untuk memberikan penjelasan tentang kiprahnya secara lengkap,’’ ulasnya.
Track record dari keduanya akan menjadi salah satu yang menjadi bahan untuk disampaikan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS untuk menetapkan rekomendasi.
’’Ketika visi dan misinya cocok, sehingga rekom pun bisa diberikan,’’ pungkas anggota DPRD Kota Mojokerto ini.
Perlu diketahui, bursa Pilwali 2024 juga diramaikan dari sejumlah nama lainnya. Di antaranya terdapat nama Junaedi Malik.
Wakil DPRD Kota Mojokerto ini didukung maju dari koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Berikutnya juga terdapat Afif Zamroni. Sosok yang juga dikenal sebagai Gus Afif ini juga digadang-gadang diusulkan bersama Ning Ita sebagai bacawali melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Sedangkan bursa cawawali terdapat nama Sonny Basoeki Rahardjo dan Suryo Gading yang sama-sama dari Partai Golkar. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi