SEMENTARA itu, tensi politik menuju perhelatan Pilkada 2024 semakin dinamis dengan munculnya nama Junaedi Malik yang akan maju sebagai Bacawali Mojokerto. Sosok yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto ini akan diusung PKB dan PPP yang sepakat untuk membentuk koalisi, Senin (13/5).
Kemarin (13/5), rombongan pengurus DPC PKB Kota Mojokerto berkunjung ke kantor DPC PPP di Jalan KH Hasyim Asy'ari, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon. Dalam pertemuan bertajuk silaturahmi itu, kedua parpol resmi berkoalisi dengan melakukan penandatanganan bersama. ’’Kami sepakat membangun koalisi dalam Pilkada Kota Mojokerto,’’ terang Ketua DPC PKB Kota Mojokerto Junaedi Malik.
Sosok yang akrab disapa Juned ini menyatakan, koalisi antara PKB dan PPP terwujud berkat kesamaan niat dan tujuan. Yakni membawa perubahan yang lebih baik untuk Kota Mojokerto. ’’Alhamdullah, komitmen itu sudah ada bukti legalitas antara kedua belah partai. Dengan tujuan yang sama, mau membawa perubahan untuk Kota Mojokerto,’’ paparnya.
Juned menyebutkan, lahirnya koalisi partai untuk Pilwali 2024 ini merupakan buah dari proses yang panjang. Dengan modal 4 kursi PKB dan 1 kursi PPP, maka sudah cukup untuk mengusung bakal pasangan calon Wakil Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto.
Dengan terbentuknya koalisi itu, Juned menyatakan masih tetap tidak menutup peluang bergabungnya parpol lain. Dengan catatan, sama-sama memiliki kesamaan visi dan misi.
Dalam pertemuan tersebut, PKB dan PPP sama-sama bersepakat mengusung Junaedi Malik berkontestasi sebagai bacawali di Pilkada 2024 nanti. Terkait bacawawali, Juned menyebut saat ini masih dinamis. Tapi ada beberapa nama yang kini sedang diinventarisasi. ’’Ada ketua partai yang mendekati menjadi wakil, ada yang bukan tokoh partai yang mendekati untuk menjadi wakil juga,’’ sebut dia.
Juned mengatakan, setelah terbentuknya koalisi antara PKB dan PPP akan dilanjutkan di tingkat DPW dan DPP. Dengan tujuan agar turun rekomendasi terhadap pencalonan di Pilwali 2024.
Ditanya terkait kandidat lainnya, Ika Puspitasari atau Ning Ita yang juga melamar ke PKB, Juned menyatakan pendaftaran memang dibuka secara terbuka secara online. Dan, salah satu penentuannya adalah melengkapi berkas pendaftaran dan hasil verifikasi oleh DPP. ’’Itu menunjukkan PKB terbuka membuka secara online, tidak menutup semua warga negara dan masyarakat yang memang niat baik untuk daftar online,’’ ulasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Mojokerto Rufis Bahrudin menambahkan, terbentuknya koalisi dengan PKB merupakan tindak lanjut dari hasil musyarawah semua pengurus PPP. Baik di tingkat ranting, cabang, dan banom. ’’Alhamdulillah, seluruh unsur PPP secara aklamasi mendukung kebijakan koalisi bersama dengan PKB dan atas nama Pak Juned (sebagai bacawali),’’ ulasnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi