Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Berebut Tiket Pilwali Kota Mojokerto, Tiga Bakal Calon Dekati DPP

Farisma Romawan • Selasa, 30 April 2024 | 16:50 WIB
KONSOLIDASI: Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo saat bertemu dengan kader dan pengurus partai di Kota Mojokerto.
KONSOLIDASI: Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo saat bertemu dengan kader dan pengurus partai di Kota Mojokerto.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Persaingan perebutan rekom PDI Perjuangan untuk calon Wali Kota (Cawali) dan Wakil Wali Kota (Cawawali) Kota Mojokerto mulai panas. Meski harus melewati penjaringan yang mulai dibuka hari ini, tiga figur bakal calon yang akan maju di kontestasi dikabarkan mulai mendekati dewan pimpinan pusat (DPP) PDIP.

Komunikasi intensif terus dijalin ketiga bacalon untuk mendapatkan tiket maju di pemilihan wali kota (Pilwali) 2024, 27 November nanti. Dimulai dari incumbent Wali Kota, Ika Puspitasari yang dua pekan belakangan dikabarkan intens berkomunikasi dengan salah satu pengurus DPP PDIP, Mindo Sianipar. Ditugasi DPP sebagai pemangku wilayah untuk penjaringan calon bupati/wali kota di Jawa Timur, Mindo juga telah beberapa kali dikontak orang terdekat petahana tersebut agar bisa mengantongi rekom partai berlogo banteng moncong putih tersebut.

Bahkan, nama perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu juga kerap disampaikan Mindo di rapat internal DPC PDIP Kota Mojokerto. Termasuk diminta ikut mendaftar dalam penjaringan cawali-cawawali yang dimulai hari ini hingga 20 Mei mendatang. ’’Yang jelas harus ikut mendaftar di penjaringan untuk diikutsertakan dalam penilaian oleh DPP,’’ ujar Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto, Santoso Bekti Wibowo.

Meski intens dan dekat dengan DPP, namun kans Ning Ita untuk bisa mengantongi rekom partai berlogo banteng moncong putih ini belum cukup mulus. Pasalnya, PDIP masih harus menilai dan mempertimbangkan lebih dulu keseriusan dan komitmen Wali Kota Mojokerto periode 2018-2023 ini di Pilkada nanti. Sehingga PDIP sebagai partai yang dapat mengusung sendiri cawali-cawawali tidak merasa dirugikan. ’’Nanti kan dinilai dulu oleh DPP. Dan yang memutuskan rekom juga DPP langsung,’’ tandasnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk bacalon dari internal PDIP. Rambo Garudo, yang pernah dicalonkan sebagai cawawali Mojokerto tahun 2018 lalu juga intens komunikasi dengan perwakilan Mindo Sianipar. Sebagai kader, Rambo juga ditantang keseriusan dan fokusnya untuk maju, baik sebagai cawali atau cawawali. Termasuk kesediaannya merelakan kursi anggota DPRD yang akan ia duduki hasil dari pertarungan di pemilihan legislatif (pileg) Februari kemarin. ’’Yang jelas, kami harus menyiapkan diri jika DPP sudah memerintahkan,’’ tegas Rambo.

Bacalon terakhir yang tak kalah santer berkomunikasi dan dekat dengan DPP adalah Afif Zamroni, putra menantu pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, KH. Asep Saifuddin Chalim. Gus Afif, sapaan akrabnya bahkan secara khusus diminta secara langsung oleh Mindo Sianipar saat bersilaturahmi, 22 April lalu. Gus Afif juga dibukakan pintu lebar ke DPP untuk bisa mendapat rekom jika memang mendapat restu oleh Kiai Asep. ’’Saya ini santri, jadi harus tawadhu terhadap kiai, atau sami’na wa atho’na. Sampai sekarang juga belum ada pembicaraan ke arah sana (ikut penjaringan cawali-cawawali, Red), intinya masih menunggu,’’ pungkas Gus Afif. (far/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pilwali #pilkada #PDI Perjuangan (PDIP) #politik