Agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, legislatif juga meminta Pemkot Mojokerto untuk gerak cepat dalam mengendalikan harga pangan.
Politisi yang akrab disapa Itok ini mengungkapkan, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat kerukunan dan saling menghormati kepada sesama.
’’Pada momen Ramadan ini, saya berpesan kepada masyarakat, terutama untuk saling menjaga toleransi. Sebagai kota yang harmoni, semua harus bersatu dalam perbedaan,’’ terangnya.
Karenanya, Ramadan kali ini, DPRD akan menginisiasi untuk memperkukuh pluralisme dengan duduk bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Mojokerto.
Para pemeluk lintas agama akan dilibatkan untuk memastikan kelancaran umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.
’’Kalau semua bisa guyub rukun, Kota Mojokerto akan dipandang daerah lain sebagai kota yang toleran,’’ ulasnya.
Itok juga mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama mematuhi instruksi tentang penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban pada bulan Ramadan yang ditandatangani Pj Wali Kota Mojokerto tertanggal 5 Maret lalu.
Meski warung makanan maupun restoran tetap diperbolehkan buka, Itok meminta pengelola untuk memasang tabir atau penutup. ’
’Sebelum waktu berbuka, warung harus tetap tertutup untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa. Sedangkan untuk tempat-tempat hiburan dan karaoke, saya harap juga libur selama Ramadan,’’ tandasnya.
Selain itu, Legislator asal PDI Perjuangan ini juga berpesan kepada Pemkot Mojokerto untuk sigap dalam mengantisipasi pergerakan harga sembako. Karena hampir tiap Ramadan selalu diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pangan.
Selain komoditas beras, salah satu yang menjadi atensinya adalah harga telur yang saat ini menembus Rp 31.000-31.500 per kilogram (kg). ’
’Jadi, pemerintah harus cepat tanggap untuk mengantisipasi kenaikan dan melakukan stabilisasi harga,’’ tandasnya.
Itok mendorong agar eksekutif menerapkan subsidi transportasi dengan mendatangkan telur dari daerah penghasil. Sehingga, harganya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah