Baru pertama nyoblos pada tahun ini, dirinya justru sempat mengalami kebingungan atas figur calon legislatif yang harus dipilihnya.
Ditemui di TPS 18, remaja yang masih duduk di bangku SMA ini mengaku hanya mengenal sosok atau figur calon presiden dan calon wakil presiden.
Itu dikarenakan kampanye hingga pemberitaannya banyak membanjiri media massa hingga media sosial. ’’Hanya mengenal calon presiden saja,’’ ungkapnya.
Siswa kelas XII SMA Negeri Puri Kabupaten Mojokerto ini mengaku bingung ketika hendak nyoblos calon legislatif baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Termasuk, calon DPD.
Itu dikarenakan dirinya tak mengenal sosok caleg-caleg tersebut. ’’Untuk presiden sudah mengenal sejak debat hingga kampanye. Sedangkan calon dewan tak tahu,’’ akunya. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah