Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ajukan Keringanan Biaya Tes Kesehatan untuk Seleksi KPPS, KPU Kabupaten Mojokerto Lobi Dinas Kesehatan, Ini Penyebab yang Melatarbelakangi

Farisma Romawan • Selasa, 5 Desember 2023 | 17:45 WIB

BEBAN BERAT: KPU Kabupaten Mojokerto menggelar koordinasi persiapan pembentukan KPPS bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto kemarin.
BEBAN BERAT: KPU Kabupaten Mojokerto menggelar koordinasi persiapan pembentukan KPPS bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto kemarin.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Fasilitasi seleksi masih diupayakan KPU Kabupaten Mojokerto dalam merekrut 23 ribu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024.

Salah satunya memberikan keringanan pembiayaan tes kesehatan sebagai syarat utama seleksi yang akan dimulai 11 Desember nanti. 

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Mojokerto, Jainul Arifin mengatakan, kerja sama dan kolaborasi dengan Pemkab Mojokerto masih diupayakan untuk meringankan beban calon anggota KPPS saat seleksi.

Utamanya tes kesehatan yang menjadi syarat utama yang wajib dipenuhi saat rekrutmen. 

Komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah dijalin agar pembiayaan tes dirasa tidak terlalu memberatkan.

’’Masih kami komunikasikan dengan dinkes. Khususnya tes kolesterol yang memang alatnya mahal. Jadi kami minta bisa difasilitasi dengan harga yang bisa ditekan,’’ ujarnya. 

Jainul menegaskan, tes kesehatan menjadi penting dan dijadikan acuan utama saat proses rekrutmen nanti.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan ancaman keselamatan bakal terulang kembali seperti peristiwa Pemilu 2019 lalu yang sempat menewaskan ratusan anggota KPPS akibat beban kerja tinggi.

Termasuk di Kabupaten Mojokerto yang juga menumbangkan seorang anggota KPPS perempuan dan hamil pasca melaksanakan tugas pemungutan dan penghitungan suara. 

Artinya, perlu diupayakan langkah efektif untuk meminimalisir risiko kematian melalui seleksi kesehatan yang ketat terhadap 23.156 anggota KPPS yang akan direkrut.

’’Ada tiga indikator kesehatan yang diuji, yakni tes tensi darah, tes gula darah, dan tes kolesterol. Nantinya Dinkes yang akan menilai dan memberikan rekomendasi kepada KPU terhadap calon KPPS yang layak secara fisik,’’ tandasnya. 

Di pemungutan 14 Februari nanti, KPU bakal menugaskan 23.156 anggota KPPS yang tersebar di 3.308 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Mereka akan digaji lebih tinggi dari Pemilu 2019 lalu. Yakni Rp 1,2 juta untuk jabatan ketua, dan Rp 1,1 juta anggota.

’’Pemilu 2019 insentif ketua KPPS sebesar Rp 900 ribu, sedangkan anggota, Rp 800 ribu. Di pemilu tahun depan, anggota akan mendapat Rp 1,2 juta dan anggota mendapat Rp 1,1 juta,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kesehatan #biaya #KPU #kabupaten #tes #mojokerto