Salah satunya merekrut 2.758 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas mengawal jalannya pemungutan dan penghitungan suara di 394 tempat pemungutan suara (TPS).
Tidak sekadar paham aturan coblosan dan penghitungan, ribuan calon KPPS juga wajib sehat yang dibuktikan dengan keterangan medis dalam syarat pendaftaran yang dimulai 11 Desember nanti.
Bahkan, KPU bakal mencoret pendaftar yang kesehatannya terbukti berisiko tinggi. Pencoretan ini untuk menghindari ancaman keselamatan anggota KPPS saat bertugas nanti.
Komisioner divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM KPU Kota Mojokerto, Muhammad Awaludin Zahroni mengatakan, seleksi lebih ketat bakal diberlakukan di Pemilu tahun ini ketimbang pemilu sebelumnya.
Khususnya soal syarat sehat yang wajib dipenuhi dengan tiga indikator medis, yakni tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Bahkan, KPU tidak memberikan toleransi lebih terhadap pendaftar yang dinilai tim medis berisiko tinggi. Khususnya yang memiliki riwayat di tiga jenis penyakit tersebut.
’’Tidak hanya sehat biasa, tapi juga disertakan hasil pengecekan di tiga jenis pemeriksaan, yakni cek tensi, cek gula darah, dan cek kolesterol. Jika melebihi normal atau berisiko tinggi, maka akan kami pertimbangkan,’’ ujarnya.
Syarat ini wajib dipenuhi sesuai dengan amanat PKPU Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan ad hoc Penyelenggara Pemilihan Umum.
Bahkan, KPU akan bekerja sama dengan dinas kesehatan dan PPKB Kota Mojokerto untuk ikut menyeleksi calon anggota KPPS 11-22 Desember nanti.
Khususnya tes tensi dan gula darah yang akan difasilitasi pemkot secara gratis.
’’Untuk tes medisnya, kami sudah komunikasi dengan dinas kesehatan agar digratiskan. Namun untuk cek kolesterol, masih ada sedikit beban biayanya,’’ tandas Rony, sapaan akrabnya.
Rony menegaskan, seleksi ini untuk mengantisipasi tingginya ancaman keselamatan KPPS di tengah tingginya beban kerja mereka.
Hal ini berkaca dari peristiwa di Pemilu tahun 2019 lalu hingga menewaskan ratusan KPPS karena kelelahan usai mengawal pemungutan dan penghitungan suara seharian penuh.
Termasuk di Kota Mojokerto yang menelan dua korban meninggal dunia, yakni anggota linmas saat menjaga TPS di Kelurahan Surodinawan dan Kelurahan Balongsari.
Di pemilu 2024 nanti, beban kerja yang diberikan KPU masih sama, yakni melangsungkan pemungutan dan penghitungan suara dengan lima jenis pemilihan, mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Artinya dibutuhkan kesehatan dan energi yang prima agar kesehatannya tetap terjaga selama bertugas.
’’Sebelum bertugas, akan dicek lagi kesehatannya untuk memastikan tidak ada gangguan selama bekerja,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah