Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ini Sosok Feri Setiawan, Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto, Tak Sekadar Duduk di Belakang Meja

Farisma Romawan • Minggu, 5 November 2023 | 17:00 WIB

 

Feri Setiawan, Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto
Feri Setiawan, Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto
BERADA di balik layar tak membuat kinerja kesekretariatan KPU Kabupaten Mojokerto dipandang sebelah mata. Sebagai pemimpin dari 30 staf, Feri Setiawan dituntut mampu mendukung seluruh kebijakan pimpinan. Untuk itu, Feri Setiawan tak segan mengawal sendiri setiap pekerjaan, baik secara administrasi maupun faktual.

Meski menjabat sebagai sekretaris, namun bapak dua anak ini tak segan meninggalkan kursi dan mejanya untuk ikut mengawal setiap tahapan pemilu.

Khususnya yang berkaitan dengan logistik pemilihan dan administrasi peserta pemilu maupun badan ad hoc.

Pengalaman karirnya yang merangkak mulai dari bawah, yakni staf honorer menjadi modal kuatnya dalam memperkuat kinerja kesekretariatan.

’’Awalnya saya staf honorer tahun 2003 di KPU Kabupaten Malang. Lalu diangkat sebagai PNS di tahun 2007, naik lagi menjadi kasubag hukum di tahun 2012, dan mulai 2020 ditunjuk sebagai sekretaris KPU Kota Mojokerto dan baru Oktober kemarin dipindah ke sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto,’’ ujarnya.

Keseriusan Feri selama bekerja terlihat saat pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih (pantarlih) Juni lalu. Ia ikut mengawal dengan petugas hingga ke rumah-rumah warga.

Tujuannya, untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang sudah ditetapkan.

Selain itu, juga untuk memberikan kenyamanan setiap staf dan petugas saat bekerja.

Sehingga ketika terdapat persoalan di lapangan, bisa langsung ditindaklanjuti dan tidak sampai mengganggu stabilitas kinerja secara keseluruhan.

’’Kalau ada hambatan, kami langsung berkoordinasi dengan komisioner untuk pemecahan masalahnya. Misalnya ada data yang belum valid, langsung kami klarifikasikan bersama tanpa harus menunggu waktu berikutnya,’’ imbuhnya.

Dengan model bekerja seperti itu, Feri mengakui, waktunya tersita habis hanya untuk mengawal setiap tahapan pemilihan yang berjalan.

Termasuk waktu untuk keluarga yang sebagian besar menetap di Kota Malang.

Bahkan, Feri rela meninggalkan istri dan kedua buah hatinya agar konsentrasinya di Mojokerto tetap fokus. Meski demikian, hal itu diakuinya tidak menjadi soal.

Selain sudah memahami konsekuensi satu sama lain, di beberapa kesempatan Feri kerap mengajak anggota keluarganya berkunjung ke Mojokerto.

Tujuannya, untuk memberikan gambaran tentang aktivitas yang ia jalani sekaligus mengontrol setiap perkembangan di dalam rumah tangganya.

’’Seminggu sekali, istri saya ajak tinggal di rumah kontrakan di Mojokerto. Tujuannya agar bisa adaptasi dengan lingkungan pekerjaan saya yang baru sambil juga menjaga komunikasi dan harmonisasi keluarga meskipun terpisah jarak yang jauh, antara Mojokerto dengan Malang,’’ pungkasnya. (far/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Sekretaris #KPU #kabupaten #mojokerto