KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rapat paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI berlangsung di kantor DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (16/8).
Dalam pidatonya, presiden meyakini mempunyai peluang besar meraih Indonesia Emas pada 2045. Bahkan, bisa meraih posisi menjadi negara lima besar kekuatan ekonomi dunia.
Rapat paripurna kali ini nampak berbeda dari biasanya. Itu lantaran seluruh peserta kompak menggunakan pakaian adat daerah. Tak terkecuali jajaran forkopimda. Meliputi, Bupati Ikfina Fahmawati.
Dia memilih tampil elegan dengan pakaian adat NTB. Begitu juga dengan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh dan Kajari Kabupaten Mojokerto Dr Sulvia Triana Hapsari. Keduanya tampil anggun dengan masing-masing memakai pakaian adat Betawi dan Padang.
Lalu, Wabup Mojokerto Muhammad Albarraa juga tampil dengan busana adat Sakera Madura.
Mereka dengan seksama mendengar pidato kenegaraan Presiden RI yang disiarkan langsung dari Gedung Nusantara Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta.
Dalam pidatonya, Presiden RI Joko Widodo menekankan, jika Indonesia mempunyai peluang besar meraih Indonesia Emas pada 2045. Bahkan, meraih posisi menjadi negara lima besar kekuatan ekonomi dunia.
’’Peluang tersebut harus mampu kita manfaatkan. Rugi besar jika kita melewatkan kesempatan ini, karena tidak semua negara memilikinya dan belum tentu akan kembali memilikinya,’’ ungkap Jokowi.
Presiden menyebutkan, peluang besar pertama adalah bonus demografi. Kedua, kepercayaan internasional yang dimiliki Indonesia saat ini. Kepercayaan tersebut, dibangun bukan sekadar melalui gimmick, melainkan melalui peran dan bukti nyata keberanian Indonesia dalam bersikap.
’’Momentum Presidensi Indonesia di G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN, konsistensi Indonesia dalam menjunjung HAM, kemanusiaan, dan kesetaraan, serta kesuksesan Indonesia menghadapi krisis dunia tiga tahun terakhir ini, telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia kembali dalam peta percaturan dunia,’’ jelas Jokowi.
Di tengah kondisi dunia yang bergolak akibat perbedaan, lanjut Jokowi, Indonesia dengan ideologi Pancasila, harmoni keberagaman, dan prinsip demokrasi yang dimilikinya mampu menghadirkan ruang dialog. Serta menjadi titik temu dan menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.
’’Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power in Asia dengan diplomatic influence yang terus meningkat tajam dan Indonesia termasuk satu dari enam negara Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power,’’ tegasnya.
Kepercayaan yang dimiliki Indonesia di mata internasional tersebut, kata Presiden, sangat penting dalam diplomasi Indonesia di kancah dunia.
’’Dengan international trust yang tinggi, kredibilitas kita akan lebih diakui, kedaulatan kita akan lebih dihormati. Suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan kita dalam setiap bernegosiasi,’’ jelasnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah