- Bersumber dari P-APBD Tahun Anggaran 2026
- Sentuh Perbaikan Jalan hingga Lahan Sekolah Rakyat
KABUPATEN - Sektor pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto kembali mendapat tambahan energi pada pengujung tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto kembali digelontorkan anggaran sebesar Rp 13,4 miliar lebih melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026 untuk menggenjot sejumlah proyek strategis.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah membenarkan jika pada P-APBD 2026 ini infrastruktur kembali menjadi prioritas pemkab dengan menambahkan anggaran belasan miliar rupiah. Plotting tersebut difokuskan untuk memaksimalkan konektivitas antarkecamatan serta penyiapan fasilitas pendukung.
’’Alhamdulillah, di P-APBD 2026 ini kita kembali mendapatkan alokasi untuk pengerjaan sejumlah titik ruas jalan. Total Rp 13,4 miliar, termasuk di dalamnya alokasi untuk pematangan lahan sekolah rakyat,’’ ungkapnya, kemarin (28/9).
Pihaknya berharap pengerjaan proyek-proyek infrastruktur di pengujung tahun 2026 ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Itu agar manfaatnya bisa segera dirasakan langsung oleh masyarakat dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan data dinas PUPR, anggaran belasan miliar rupiah tersebut dirinci ke dalam beberapa paket pekerjaan fisik. Mayoritas pengerjaan berupa peningkatan dan pelapisan ulang jalan demi kenyamanan mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan yang jadi prioritas di antaranya, ruas Jalan Pacing-Pacet senilai Rp 5 miliar dengan konstruksi aspal dan skema cicil bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Lalu ada ruas Jalan Ngrame-Sukoanyar, Kecamatan Pungging di-plotting Rp 1,9 miliar dengan konstruksi cor.
Selanjutnya ruas Jalan Gotean-Ngeprih, Desa/Kecamatan Pacet senilai Rp 1,5 miliar dengan konstruksi aspal dan Ruas Jalan Mlaten-Belahan Rp 1,5 miliar. Selain itu ada ruas Jalan Kedunggede-Kepuharum Rp 1,5 miliar. ’’Plotting pada paket fisik ini kita fokuskan pada konstruksi tembok penahan tanah sebagai persiapan penanganan program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) tahun 2027,’’ jelasnya.
Selain infrastruktur konektivitas jalan, Dinas PUPR juga dipercaya untuk mengawal proyek strategis non-jalan. Salah satunya adalah pengerjaan pematangan lahan untuk proyek Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar.
Yuni menjelaskan, pemilihan jenis konstruksi pada setiap ruas jalan disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan dan perencanaan jangka panjang. Termasuk kesiapan menyambut agenda pembangunan di tahun-tahun berikutnya. ’’Dengan digenjotnya proyek-proyek akhir tahun ini, kami optimistis mobilitas warga, distribusi logistik hingga roda perekonomian di Kabupaten Mojokerto dapat terdongkrak secara signifikan,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto