Pemkab Mojokerto dan Bank Jatim Luncurkan Digitalisasi Ekosistem Pasar

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 05:23 WIB
SINERGITAS: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Wakil Direktur Bank Jatim Arief Wicaksono, Pimpinan Cabang Bank Jatim Mojokerto Siska Dian Permatasari, dan sejumlah kepala OPD dalam peluncuran program Digitalisasi Ekosistem Pasar Mojosari, Senin (28/9).
SINERGITAS: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Wakil Direktur Bank Jatim Arief Wicaksono, Pimpinan Cabang Bank Jatim Mojokerto Siska Dian Permatasari, dan sejumlah kepala OPD dalam peluncuran program Digitalisasi Ekosistem Pasar Mojosari, Senin (28/9).

KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berkolaborasi dengan Bank Jatim untuk terus memperkuat komitmen dalam memperbaiki pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah melalui langkah transformatif. 

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dengan Wakil Direktur Bank Jatim Arief Wicaksono secara resmi meluncurkan program digitalisasi ekosistem pasar. Launching ini diawali dengan penerapan Digitalisasi Pembayaran Retribusi di Pasar Mojosari, kemarin (28/9). Langkah tersebut diambil mengingat peran strategis pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi daerah serta tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. 

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Disperindag Noerhono, Asisten Kesra Setdakab Tatang Mahendra, Kepala BPKAD Iwan Abdillah, Kepala Bapenda Nurul Istiqomah, Inspektur Zaqqi, dan Pimpinan Cabang Bank Jatim Mojokerto Siska Dian Permatasari. 

Bupati Albarraa menekankan pentingnya pengelolaan pasar yang terus ditingkatkan agar semakin tertib dan modern. Termasuk mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para pedagang dan masyarakat. ”Peluncuran digitalisasi ekosistem pasar bersama Bank Jatim ini sejalan dengan pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk mewujudkan pemerintahan berbasis digital,” ungkapnya. 

Melalui sistem digitalisasi retribusi ini, pembayaran diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan tertib. Setiap transaksi akan tercatat dengan baik, sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

KOLABORASI: Dari kiri, Kepala Disperindag Noerhono, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Wakil Direktur Bank Jatim Arief Wicaksono, dan Pimpinan Cabang Bank Jatim Mojokerto Siska Dian Permatasari berkomitmen memperbaiki pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah melalui langkah transformatif. (Khudori/JPRM)
KOLABORASI: Dari kiri, Kepala Disperindag Noerhono, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Wakil Direktur Bank Jatim Arief Wicaksono, dan Pimpinan Cabang Bank Jatim Mojokerto Siska Dian Permatasari berkomitmen memperbaiki pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah melalui langkah transformatif. (Khudori/JPRM)

”Kita berharap dengan sistem digitalisasi pembayaran retribusi ini, selain retribusinya sesuai atau melampaui target, yang terpenting adalah tidak terjadi kebocoran dalam pembayaran,” tegasnya. 

Bupati Albarraa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bank Jatim Mojokerto yang terus mendukung dan menjadi mitra utama pemerintah daerah dalam proses transformasi digital. Khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pembayaran retribusi pasar. 

Dengan demikian, untuk memastikan transisi dari sistem konvensional ke digital berjalan lancar, pihaknya memberikan instruksi khusus kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala pasar agar aktif melakukan sosialisasi. 

”Petugas pasar harus aktif mendampingi para pedagang dan menjelaskan mekanisme pembayaran yang baru secara sederhana agar tidak membingungkan masyarakat,” tandasnya. 

Tak sekadar itu, petugas juga harus memastikan para pedagang memahami cara pembayaran baru. Sehingga proses adaptasi dapat berjalan dengan baik. Termasuk harus melakukan penanganan cepat saat ada kendala. ”Jika ditemukan kendala di lapangan, petugas harus segera mencari solusi tanpa dibiarkan berlarut-larut,” tandasnya. 

Menurut Gus Barra, sapaan karib Bupati Albarraa, keberhasilan digitalisasi di Pasar Mojosari ini dinilai sebagai langkah awal yang penting. Sehingga, ke depan, pemkab berencana untuk menerapkan sistem serupa di sembilan pasar lainnya di wilayah Kabupaten Mojokerto. 

”Pemerintah daerah mengajak seluruh pedagang Pasar Rakyat Mojosari untuk bersama-sama mendukung penerapan sistem baru ini demi mewujudkan pengelolaan pasar yang lebih modern, tertib, transparan, dan aman,” pungkas Gus Barra. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
digitalisasi ekosistem pasar Pemkab Mojokerto Bank Jatim