Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:15 WIB
KOLABORASI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat meninjau pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, kemarin (18/9). Upaya tersebut bertujuan menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat. (Dori/JPRM)
KOLABORASI: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat meninjau pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, kemarin (18/9). Upaya tersebut bertujuan menekan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat. (Dori/JPRM) 

Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

KABUPATEN - Pemkab Mojokerto berkolaborasi dengan Pemprov Jatim gelar pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/9). Langkah ini sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan menekan harga kebutuhan pokok, termasuk menjaga daya beli masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Pasar murah ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pelaksanaan pasar murah dilakukan secara berkala dan berkeliling di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memberikan ruang bagi peningkatan daya beli. ’’Jadi makin bisa mendekatkan penjangkauan kepada konsumen, makin bisa memberikan ruang meningkatkan daya beli masyarakat,’’ ungkapnya saat pemantauan berlangsung, kemarin (18/9).

Selain menjaga keterjangkauan harga, pasar murah juga menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Pemprov Jatim terus memperkuat langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten/kota melalui pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah. ’’Harapannya ini bagian dari stabilisasi harga, harapannya ini juga bagian dari stabilisasi inflasi. Maka kita memang keliling,’’ jelasnya.

Khofifah menjelaskan, kehadiran Pemprov Jatim dalam kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat program yang telah berjalan di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, Pemprov Jatim berperan melapisi sekaligus memperkuat intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah. ’’Harapan kita ya keterjangkauan itu bisa kita dekatkan dengan pola-pola yang pada dasarnya kita melapisi apa yang sudah dilakukan oleh kabupaten/kota, mensubstitusi apa yang mungkin kita bisa kuatkan. Jadi Pemprov hadir sifatnya melapisi dari apa yang sudah dilakukan kabupaten/kota,’’ paparnya.

Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam pasar murah tersebut, di antaranya minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam ras, paket cabai, tepung terigu, bawang merah, beras SPHP, hingga beras premium. Harga yang ditawarkan juga lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional. Minyak goreng, misalnya, dijual Rp 13 ribu per liter sementara harga di pasar tradisional dapat mencapai Rp 17 ribu. Gula pasir dijual Rp 14 ribu per kilogram (kg), sedangkan harga di pasar berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 17,5 ribu.

’’Minyak kita Rp 13 ribu per liter, kalau di pasar tradisional bisa Rp 17 ribu. Begitu juga gula, kita jual Rp 14 ribu, di pasar bisa Rp 17 ribu sampai Rp 17,5 ribu per kilogram. Dan telur, daging ayam, termasuk beras SPHP juga begitu kita jual lebih murah,’’ bebernya.

Khofifah menegaskan, harga sejumlah komoditas dalam pasar murah tersebut bahkan berada jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). ’’Kondisi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa juga terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pasar murah dan pangan murah yang kerap digelar tiap waktu. ’’Pasar murah dan pangan murah yang digelar Pemkab Mojokerto ini tidak hanya di pasar, tetapi merambah ke kecamatan, bahkan desa-desa dan lingkungan perumahan,’’ ungkapnya.

Intervensi harga kebutuhan pokok yang selama ini digelar, pemkab berkolaborasi dengan Pemprov Jatim, Bulog Kancab Mojokerto dan sejumlah perusahaan. Meliputi PG Gempolkrep, Padi Indonesia Maju (PIM). ’’Menjaga harga dan pasokan tetap stabil ini menjadi komitmen bersama. Kami, negara dan dunia usaha turut hadir dan berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat secara terjangkau,’’ ungkapnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pasar murah pemprov jatim Pemkab Mojokerto