KOTA - Pemkot Mojokerto terus melakukan upaya untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Salah satunya dengan menyediakan data kependudukan yang terintegrasi dan berdasarkan kondisi nyata.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, integrasi data penting untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang tepat. Salah satunya dalam hal penyaluran bansos.
Ia menjelaskan, sumber bantuan yang diterima masyarakat bisa berasal dari berbagai kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah. Karena itu, keberadaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi penting untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh.
”Ketika kita tidak memiliki data tunggal sosial ekonomi, kita akan kesulitan melakukan tagging atau melihat satu orang menerima bantuan apa saja dan dari berapa sumber. Ini yang sangat kita butuhkan,” jelas Ning Ita, sapaan karib Wali Kota, dalam kegiatan Penyatuan Data Penduduk untuk Mendukung Kebijakan dan Pelayanan Masyarakat yang menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas secara daring di Balai Kota, Selasa (15/9).
Menurutnya, dengan adanya data yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, pemda akan lebih mudah melakukan verifikasi ketika terdapat perbedaan atau bias data dalam berbagai indikator pembangunan. Ia mencontohkan perbedaan data terkait stunting dan tingkat pengangguran terbuka.
Ia mengatakan, data pemda yang bersumber dari kondisi riil di lapangan perlu dikomunikasikan dengan data statistik yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). ”Harapannya, ketika ada perbedaan data yang signifikan, kita bisa duduk bersama dengan BPS. Kita memiliki data yang akurat dan faktual, sehingga bisa didiskusikan bersama dan tidak sekadar beradu argumen,” ucapnya.
Ning Ita berharap penyatuan data penduduk tidak hanya menghasilkan kumpulan data dalam satu sistem. Melainkan mampu menghadirkan satu sumber data yang dapat digunakan lintas sektor untuk mendukung perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan.
”Harapan kami, melalui integrasi data ini kita bisa bekerja berdasarkan kondisi yang benar-benar ada di lapangan. Kita tahu masyarakat kita, kita tahu kebutuhannya, dan kita bisa menentukan intervensi yang tepat. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat juga semakin mudah, cepat, dan tepat sasaran,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto