Sokong Lahan Pertanian 324,82 Hektare, Proyek Irigasi dan Bendung Rp 5,4 Miliar Rampung Lebih Cepat

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:29 WIB
ON PROGRESS: Pengerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II kini mencapai 85 persen, Selasa (15/9). (Dori/JPRM)
ON PROGRESS: Pengerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II kini mencapai 85 persen, Selasa (15/9). (Dori/JPRM)

KABUPATEN - Pelaksanaan sembilan paket proyek bendung dan jaringan irigasi di Kabupaten Mojokerto menunjukkan tren yang sangat positif. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto mencatat, progres pengerjaan fisik secara keseluruhan rata-rata sudah menyentuh angka 70 persen. Bahkan, dua paket kegiatan di antaranya telah tuntas lebih awal dari jadwal yang ditentukan dalam kontrak.

Proyek infrastruktur keairan dengan total nilai anggaran mencapai Rp 5,4 miliar ini ditargetkan mampu mengairi area pertanian seluas 325 hektare. Penandatanganan kontrak seluruh kegiatan dilakukan untuk periode 26 Juni hingga 22 November 2026. Namun, melihat deviasi positif di lapangan, pengerjaan total diyakini bakal rampung lebih awal sebelum batas akhir kontrak. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah membenarkan percepatan progres fisik tersebut. Dari sembilan kegiatan yang berjalan bersamaan, seluruhnya menunjukkan capaian progres yang melampaui target berkala. ”Rata-rata progres fisik dari 9 kegiatan pengerjaan saat ini sudah mencapai 70 persen dan semuanya bernilai positif. Bahkan, ada yang sudah 80 persen lebih, yaitu Bendung Cakarayam II yang progresnya sudah 85 persen. Yang paling menggembirakan, ada dua kegiatan yang sudah rampung 100 persen lebih cepat dari timeline kontrak,” ungkapnya, Selasa (15/9). 

Dua proyek yang dilaporkan telah tuntas dikerjakan tersebut ada Peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pekuwon dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Turi. Rampungnya kedua saluran irigasi ini membuat pasokan air bagi ratusan hektare lahan persawahan di wilayah setempat kini sudah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. 

Yuni menjelaskan, penerapan material dan metode pengerjaan tetap mengacu pada standar kualitas yang ketat. Seperti biasa, lanjutnya, konstruksi fisik menggunakan pasangan batu dan pasangan beton untuk bagian mercu bendung dan dinding saluran guna menjamin ketahanan struktur bangunan dari erosi dan kebocoran. 

Selain perbaikan fisik saluran sepanjang 980 meter, 5 unit bendung, dan 1 unit bangunan sadap, modernisasi fasilitas pengontrol air juga menjadi perhatian. Salah satu proyek khusus adalah rehabilitasi 1 unit pintu pengendali banjir, Bendung Tambaksari, di Desa Tambakagung, Kecamatan Puri.

Pintu air yang sebelumnya menggunakan balok kayu (skot balok) kini diganti total menggunakan pintu baja presisi. ”Pengalihan dari pintu kayu ke pintu baja ini ditujukan untuk kemudahan operasional petugas di lapangan. Pintu baja jauh lebih efektif, kokoh, dan responsif saat harus dibuka atau ditutup mendadak guna mengendalikan debit air banjir maupun mengatur pasokan irigasi,” tandas Yuni. 

TUNTAS: Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Turi menjadi salah satu paket proyek Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto tuntas lebih awal. (Dori/JPRM)
TUNTAS: Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Turi menjadi salah satu paket proyek Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto tuntas lebih awal. (Dori/JPRM) 

Melihat performa pengerjaan yang melaju cepat, Dinas PUPR optimistis seluruh sisa paket pekerjaan akan rampung seluruhnya dalam waktu dekat, jauh sebelum tenggat masa kontrak pada 22 November mendatang. 

Berdasarkan data Dinas PUPR, sembilan paket pekerjaan tersebut mencakup peningkatan serta rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi yang tersebar di beberapa titik strategis. 

Di antaranya peningkatan Bendung Wonokerto tahap II dengan nilai kontrak Rp 2,14 miliar, rehabilitasi Bendung Urung-Urung II dengan nilai kontrak Rp 647,4 juta, rehabilitasi Bendung Jatidukuh dengan nilai kontrak Rp 624,5 juta, peningkatan Bendung Losari II dengan nilai kontrak Rp 492,7 juta, peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II dengan nilai kontrak Rp 413,0 juta, dan peningkatan Jaringan Irigasi Sumber Punggul dengan nilai kontrak Rp 407,3 juta. 

Kemudian, ada rehabilitasi jaringan irigasi D.I Turi, nilai kontrak Rp 300,9 juta, peningkatan jaringan Irigasi Desa Pekuwon, nilai kontrak Rp 232,7 juta, serta rehabilitasi pintu Air Bendung Tambaksari nilai kontrak Rp 187,3 juta.

”Kecepatan pengerjaan ini diharapkan mampu menyokong produktivitas pertanian secara maksimal pada masa tanam mendatang,” pungkas Yuni. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
Pemkab Mojokerto proyek irigasi lahan pertanian proyek bendung