KOTA - Sebanyak 80 warga Kota Mojokerto mengikuti pelatihan kerja tahap kedua yang digelar pemkot di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto. Pelatihan keterampilan yang mereka dapatkan meliputi pemasaran digital, teknisi AC residensial, pembuatan batik tulis, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, dan administrasi perkantoran.
Program pelatihan kerja tahap kedua tahun 2026 itu dibuka Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Senin (31/8). Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota, menyatakan pelatihan ini menjadi bekal peserta untuk menjadi pekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Menurutnya, jenis pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. ’’Yang ingin kita capai bukan sekadar saudara-saudara mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat, tetapi keterampilan ini bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, dan menghasilkan secara ekonomi,’’ ujarnya.
Sebanyak 80 peserta yang mengikuti pelatihan terbagi rata dalam lima kejuruan dengan masing-masing 16 orang. Di antara mereka juga terdapat tiga orang penyandang disabilitas. Pemkot menyatakan, kegiatan pelatihan berbasis kompetensi ini dibiayai melalui DBHCHT Tahun Anggaran 2026 dan seluruh peserta mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
’’Saya berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga keterampilan yang diperoleh nantinya bisa menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 96 pencari kerja telah mengikuti pelatihan kerja tahap 1 tahun 2026 yang dibuka pada Juli lalu. Mereka mendapat pelatihan di enam bidang kompetensi, yakni, tata boga, pembuatan roti dan kue, desain grafis, computer technical support, tata rias kecantikan, dan servis sepeda motor injeksi. Pemkot menyatakan kegiatan pelatihan kerja di BLK rata-rata diikuti 400 peserta setiap tahun.
Pemkot mencatat, dari 400 peserta pelatihan kerja sepanjang 2025, sebanyak 300 di antaranya telah memiliki pekerjaan. Rinciannya, 198 orang terserap ke dunia kerja dan 102 orang membuka usaha. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto