Donasi Korban Gempa NTT di Kota Mojokerto Terkumpul Rp 146 Juta

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 14:08 WIB
WUJUD KEMANUSIAAN: Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memberangkatkan bantuan untuk korban gempa NTT di Balai Kota Mojokerto, Rabu (2/9). (dok Pemkot Mojokerto)
WUJUD KEMANUSIAAN: Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi memberangkatkan bantuan untuk korban gempa NTT di Balai Kota Mojokerto, Rabu (2/9). (dok Pemkot Mojokerto)

Warga Kota Sumbang Sembako hingga Boneka

KOTA - Pemerintah Kota Mojokerto memberangkatkan bantuan untuk korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp 146 juta, Rabu (2/9). Bantuan berupa uang tunai dan barang itu merupakan hasil donasi pemerintah, lembaga sosial, komunitas, serta masyarakat umum.

Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud persaudaraan dan gotong royong untuk sesama warga negara yang sedang menghadapi musibah. ’’Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Kita membantu bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan karena sadar bahwa giliran itu bisa saja suatu saat terjadi kepada kita,’’ tuturnya saat memberangkatkan bantuan dengan truk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Balai Kota Mojokerto, Rabu (2/9).

Menurutnya, nilai bantuan tidak semata-mata diukur dari nominalnya. Lebih dari itu, yang lebih penting adalah kepedulian masyarakat terhadap korban bencana yang bahkan sosoknya belum pernah mereka temui secara langsung. Cak Sandi, panggilan Wawali, pun mengingatkan bencana dapat terjadi kapan dan di mana saja, termasuk di Kota Mojokerto. Karena itu, solidaritas kepada korban bencana di NTT diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di daerah sendiri.

’’Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bergotong royong. Harapan saya, kepedulian seperti ini tidak hanya berhenti sebagai peristiwa, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kita sebagai warga kota,’’ harapnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Persaudaraan Kemanusiaan dan Kebencanaan Mojokerto Kristin Dwi Arini mengatakan, penggalangan donasi dihimpun sejak 22 hingga 31 Agustus 2026. Hingga kemarin, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp 146.194.412. Jumlah itu terdiri dari uang tunai sebesar Rp 99.233.412 dan bantuan barang logistik senilai Rp 46.961.000.

Kristin merinci, bantuan dalam bentuk barang yang disalurkan antara lain sembako, makanan cepat saji, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, terpal, selimut, bantal, tikar, hingga boneka dan mainan anak. ’’Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kerja sama semua pihak,’’ ucapnya.

Menurutnya, penggalangan bantuan melibatkan berbagai unsur, dari BPBD Kota Mojokerto, Baznas, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online. Sebelumnya, para relawan juga menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Kegiatan yang berlangsung di GOR Seni Majapahit, Kamis (27/8), itu mempertemukan masyarakat dari berbagai komunitas, yayasan, dan organisasi untuk mendoakan para korban sekaligus menghimpun kepedulian. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang hadir di tengah pertemuan mengatakan, gempa yang terjadi di tiga kabupaten di NTT, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, menimbulkan banyak korban jiwa dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Rumah-rumah dan fasilitas umum pun turut rusak. Guna membantu meringankan beban para korban, penggalangan dana kini dilakukan di berbagai daerah. ’’Bencana yang menimpa saudara kita di NTT mengetuk rasa empati yang kemudian melahirkan sebuah tindakan yang kita lakukan, dengan memohonkan kepada tuhan supaya mereka semuanya diberikan ketabahan dan kesabaran,’’ ucapnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
gempa ntt bantuan korban gempa donasi korban gempa Pemkot Mojokerto