DPRKP2 Usulkan Pengadaan Ribuan Bohlam di P-APBD
KABUPATEN - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mengusulkan penambahan pengadaan bohlam di P-APBD 2026. Rencananya, sebanyak ribuan buah bohlam lampu dialokasikan untuk perbaikan sekaligus penghematan beban biaya lampu penerangan jalan umum (LPJU).
Kabid Sarana Prasarana dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto mengungkapkan, pengajuan tambahan pengadaan lampu bohlam disusulkan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Menurutnya, upaya tersebut untuk persediaan perbaikan dan pemeliharaan LPJU. ’’Yang pasti ada, kami ajukan di P-APBD,’’ terangnya, kemarin (3/9).
Sedianya, DPRKP2 telah mengalokasikan sebanyak 2.020 buah bohlam untuk tahun ini. Namun, banyaknya aduan terkait LPJU yang mati di 18 wilayah kecamatan, pagunya kini hanya tersisa sekitar 160 buah saja. ’’Karena laporannya ada terus, ibaratnya itu menumpuk karena beberapa tahun terakhir kami belum tersedia anggaran,’’ tandasnya.
Dalam usulannya, sebut Adi, DPRKP2 mengajukan tambahan untuk dua jenis lampu. Di antaranya lampu jenis SON-T dengan cahaya berwarna kekuningan yang memiliki daya 150 watt. ’’Untuk lampu SON-T itu kami usulkan sebanyak 1.000 buah,’’ sebutnya.
Menurutnya, tambahan lampu SON-T diproyeksikan untuk penggantian LPJU yang mati. Selain perbaikan, jenis lampu tersebut lebih hemat energi dibanding bohlam yang saat ini terpasang memiliki daya sebesar 250 watt. ’’Jadi bisa hemat 100 watt per titik,’’ tandas dia.
Di samping itu, DPRKP2 juga mengusulkan tambahan lampu jenis Light Emitting Diode (LED) dengan daya 90 watt. Dijelaskan Adi, tipe lampu modern tersebut diprioritaskan untuk mengganti lampu untuk menghemat beban biaya LPJU. ’’Tujuan utama kami jelas untuk perbaikan dan program penghematan,’’ imbuh dia.
Terkait jumlah LED yang diusulkan, Adi menyebut belum dapat memastikannya. Selain P-APBD belum didok, pengadaan juga bakal disesuaikan dengan pagu anggaran.
Dia menambahkan, perbaikan LPJU dilakukan secara bertahap. Mengingat, jaringan penerangan jalan tersebar sebanyak kurang lebih 40 ribu titik se-Kabupaten Mojokerto. ’’Jadi memang kami tidak bisa langsung menyalakan semua, tetapi bertahap,’’ pungkas Adi. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto