KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berencana menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) di sepanjang ruas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Pelaksanaan program ini yang dimulai Minggu (30/8) tak lain untuk menggairahkan kembali ruang publik, seni budaya, serta perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, mengatakan konsep CFD kali ini akan dikemas secara unik dan berbeda dari biasanya. CFD yang mengusung nama Peken Wilwatikta ini bakal dirancang dengan konsep tematik agar selalu memberikan suasana segar bagi pengunjung. ’’Kami mengampu empat urusan utama, ekonomi kreatif, budaya, pemuda, dan olahraga. Nanti konsepnya tematik agar masyarakat tidak bosan. Setiap kali tampil atau jadwal pelaksanaan, tema dan penampilannya akan selalu berbeda,’’ ungkapnya.
Beberapa poin utama dan daya tarik yang disiapkan dalam gelaran CFD Jalan RA Basuni, terang Ardi, seni dan budaya lokal. Menurutnya, CFD akan menampilkan pertunjukan tradisional seperti bantengan dan jaranan, serta memberikan ruang panggung ekspresi seni budaya lokal. Selain itu, sebagai wadah generasi muda berkreasi. Pemda akan menyiapkan panggung musik bagi generasi muda, gen Z, milenial, hingga siswa SMP dan SMA yang memiliki bakat musik untuk tampil membawakan berbagai genre, seperti keroncong, pop 90-an, hingga musik terkini.
Di sisi lain, sedianya juga digelar olahraga dan senam bersama. ’’Kegiatan olahraga seperti senam massal yang akan digelar di depan kawasan tempat strategis, seperti depan gedung Sooko Indah dengan konsep variatif mulai dari zumba hingga tai chi,’’ tegasnya.
Tak kalah penting, momentum CFD juga bagian dari upaya pemda pemberdayaan ekonomi kreatif (ekraf) dan UMKM. Berkolaborasi dengan disperindag, dinkop UMKM, serta pemerintah desa setempat, Desa Sooko, pemda menghadirkan stan/booth pameran produk ekonomi kreatif, kuliner khas, dan produk lokal Kabupaten Mojokerto. ’’Jadi kita ingin di ruang kreasi ini, kita ingin mendongkrak perekonomian masyarakat. Termasuk mempromosikan produk lokal ke khalayak lebih luas, sehingga memiliki daya saing dan bisa naik kelas,’’ paparnya.
Menurutnya, pemkab juga suguhkan pelayanan publik gratis dan menghadirkan booth layanan masyarakat terpadu, seperti pelayanan kependudukan (dokumen sipil), pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembayaran pajak.
Ardi menambahkan bahwa persiapan teknis, cepat dan mudah untuk masyarakat. Tiap gelaran CFD ini, Pemda akan buka booth layanan perizinan hingga administrasi kependudukan. ’’Gelaran perdana CFD Peken Wilwatikta kita jadwalkan berlangsung Minggu tanggal 30 Agustus, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di sepanjang ruas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto