Luncurkan SIM PKK Berbasis NIK dan Aplikasi Mobile Dasawisma
KABUPATEN - Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto mendorong transformasi digital dalam tata kelola Tim Penggerak PKK melalui peluncuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK Kabupaten Mojokerto. Sistem yang dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Mojokerto, yang berlangsung di Pendapa Graha Majatama (GMT) Pemkab Mojokerto, Kamis (27/8) pagi.
Peringatan HKG PKK yang ke-54 tahun menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia. Tahun ini, HKG PKK mengusung tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045 yang menegaskan bahwa pembangunan Indonesia Emas perlu dimulai dari keluarga.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, serta mengenal nilai-nilai kehidupan. ’’Indonesia Emas dibangun dari keluarga. Dari keluargalah anak pertama kali belajar, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, serta mengenal nilai-nilai kehidupan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, kebiasaan hidup sehat, pola makan, pendidikan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter juga tumbuh dari lingkungan keluarga. Karena itu, pembangunan manusia perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak Kabupaten Mojokerto tumbuh sehat, memperoleh gizi yang baik, pendidikan berkualitas, serta memiliki karakter dan kemampuan menghadapi masa depan.
Rangkaian HKG PKK yang ke-54 tahun juga diisi seminar kesehatan bersama dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., dengan tema ASI, Imunisasi dan Makan Bergizi untuk Balita Berprestasi. Bupati mengapresiasi kegiatan tersebut karena pengetahuan mengenai ASI, imunisasi, dan gizi anak berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga. ’’Saya berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam keluarga dan diteruskan oleh para kader kepada masyarakat,’’ katanya.
PKK memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga. Karena itu, 10 Program Pokok PKK perlu terus diwujudkan melalui kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga, pencegahan stunting, posyandu, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan perempuan dan anak, hingga lingkungan.
Peluncuran SIM PKK menjadi salah satu langkah untuk memperkuat tata kelola PKK melalui pemanfaatan data dan teknologi. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu pengelolaan data, pelaporan, pemantauan kegiatan, serta perencanaan program dari tingkat kabupaten hingga desa.
Gus Bupati menyambut baik kehadiran SIM PKK yang merupakan hasil sinergi Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto dengan Diskominfo Kabupaten Mojokerto. ’’Saya menyambut baik hadirnya SIM PKK sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola PKK melalui data dan teknologi,’’ tuturnya.
Meski demikian, Bupati menekankan pemanfaatan teknologi harus tetap berjalan bersama dengan kedekatan kader kepada masyarakat. Menurutnya, data membantu pemerintah dan PKK memahami kondisi, sedangkan kader menjadi penghubung yang mengetahui kebutuhan keluarga secara langsung. ’’Data membantu kita memahami kondisi, sementara kader menjadi penghubung yang mengetahui kebutuhan keluarga secara langsung,’’ jelasnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa mengatakan, penguatan 10 Program Pokok PKK bukan sekadar rutinitas program dan kegiatan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. ’’Di dalam keluarga, nilai-nilai Pancasila ditanamkan, pendidikan pertama diberikan, kesehatan dijaga, ketahanan pangan dibangun, serta karakter generasi masa depan dibentuk,’’ ungkapnya.
Menurutnya, gerakan PKK memiliki kelembagaan dan jaringan yang luas hingga tingkat keluarga. Karena itu, kualitas kelembagaan serta sumber daya manusia kader perlu terus diperkuat, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kepemimpinan agar mampu menjawab berbagai persoalan keluarga dan masyarakat.
Ia juga mendorong pelaksanaan 10 Program Pokok PKK secara terpadu dan berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. ’’Sinergi tersebut penting agar program PKK memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,’’ terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Hana juga menyampaikan sejumlah capaian Kabupaten Mojokerto di bidang kesehatan keluarga. Capaian imunisasi tahun 2025 mencapai 92,84 persen, sedangkan capaian ASI eksklusif sebesar 77,91 persen. Hingga pertengahan tahun 2026, capaian imunisasi berada di angka 44,1 persen dan ASI eksklusif mencapai 75,27 persen.
Kabupaten Mojokerto juga meraih Harapan 1 tingkat Provinsi Jawa Timur dalam program Camping Asik, yakni program pendampingan ASI eksklusif. Selain itu, Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting Kabupaten Mojokerto berhasil masuk lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dalam pengembangan SIM PKK, Shofiya menjelaskan bahwa sistem tersebut disiapkan dengan sejumlah pembaruan untuk mendukung pendataan PKK. Salah satunya melalui pemanfaatan NIK yang berkaitan dengan gerakan KISAK atau Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan. ’’Yang lebih memudahkan kita adalah hanya memasukkan NIK. Jadi, di SIM PKK ini tentunya yang paling penting nanti adalah gerakan KISAK,’’ tandasnya.
Validitas NIK menjadi bagian penting karena akan berpengaruh terhadap kualitas dokumen dan data yang terdapat dalam SIM PKK. Selain itu, TP PKK Kabupaten Mojokerto juga tengah mengembangkan SIM PKK berbasis mobile untuk kelompok Dasawisma. Penggunaan telepon seluler dalam pendataan diharapkan dapat memudahkan kader sekaligus mengurangi penggunaan kertas. ’’Kita bekerja sama dengan Diskominfo dan hal ini akan terus kita kembangkan,’’ katanya.
Shofiya berharap digitalisasi tersebut dapat semakin memperkuat kerja sama antara TP PKK dengan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi wanita, dunia pendidikan, serta berbagai mitra PKK lainnya. (ori/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto