Bupati Mojokerto Targetkan Angka TPT Alami Penurunan

Indah Oceananda • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:26 WIB
BURSA KERJA: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyapa peserta job fair yang digelar di SMKN 1 Jetis, kemarin (27/8). Agenda bursa kerja tersebut menjadi upaya memacu penyerapan angkatan kerja. (Sofan Kurniawan/JPRM)
BURSA KERJA: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyapa peserta job fair yang digelar di SMKN 1 Jetis, kemarin (27/8). Agenda bursa kerja tersebut menjadi upaya memacu penyerapan angkatan kerja. (Sofan Kurniawan/JPRM)

Pemkab Pacu Penyerapan Angkatan Kerja lewat Job Fair

KABUPATEN - Pemkab menargetkan jumlah pengangguran di bumi Majapahit bisa menurun. Sebab, dari 677,26 ribu angkatan kerja, sebanyak 3,49 persen di antaranya masih berstatus menganggur pada Agustus 2025.

Pemkab terus berupaya menekan angka tersebut melalui perluasan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menuturkan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tersebut sudah mengalami penurunan 0,38 persen dibandingkan Agustus 2024. Penurunan TPT harus terus diupayakan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh pekerjaan.

’’Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, masih terdapat sekitar 3 sampai 4 orang yang belum memperoleh pekerjaan. Angka ini tentu perlu terus kita turunkan,’’ ujar sosok yang akrab disapa Gus Barra ini, kemarin (27/8).

Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2025, penduduk usia kerja di Kabupaten Mojokerto mencapai 912,20 ribu orang atau meningkat 3,61 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah angkatan kerja 677,26 ribu orang, sebanyak 653,62 ribu orang telah bekerja dan 23,63 ribu orang masih menganggur.

Ia menambahkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan menjadi 74,24 persen. Jumlah penduduk yang bekerja pun meningkat sebesar 1,21 persen. Dari sisi lapangan pekerjaan, sektor jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak dengan angka 46,86 persen, kemudian sektor industri atau manufaktur 31,20 persen, dan sektor pertanian 21,94 persen.

Untuk menekan TPT lebih lanjut, Gus Barra menegaskan Pemkab Mojokerto akan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, dunia pendidikan, dan lembaga pelatihan. ’’Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha, dunia pendidikan, dan lembaga pelatihan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dan memperoleh kesempatan kerja. Untuk itu, diperlukan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, pendidikan, lembaga pelatihan, dan masyarakat,’’ jelasnya.

Dia juga menyatakan, pemkab terus mendorong perluasan kesempatan kerja, dengan membuka ruang dunia usaha bagi tenaga kerja. Sedangkan dunia pendidikan dan lembaga pelatihan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Salah satu upaya memperluas kesempatan kerja dilakukan melalui Job Fair 2026 di SMKN 1 Jetis, Kamis (27/8). Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Yoie Afrida menyebut job fair menyediakan 1.258 lowongan kerja, dengan 1.493 pencari kerja yang mendaftar secara online. ’’Kami harap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan dapat terus menekan TPT dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah,’’ tandasnya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
bupati albarra bupati mojokerto angka pengangguran Pemkab Mojokerto