KOTA - Kota Mojokerto mencatatkan zero angka kematian ibu (AKI) sepanjang semester pertama 2026. Pemkot menargetkan tidak ada satu pun kasus kematian ibu hingga akhir tahun dengan menggencarkan edukasi dan penguatan layanan kesehatan kepada ibu hamil.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, zero kematian ibu dicapai karena warga mendapat pelayanan kesehatan yang tepat dan selamat selama proses kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Capaian tersebut menjadi bukti investasi pada sektor kesehatan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
’’Memastikan setiap ibu di Kota Mojokerto dapat menjalani kehamilan dan persalinan dengan aman serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas jauh lebih berharga,’’ ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota. Ia menegaskan perlindungan terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi komitmen Pemkot. Upaya itu diwujudkan lewat layanan cepat, terintegrasi, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Di sisi lain, lanjut Ning Ita, pemkot akan terus memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, pendampingan terhadap ibu hamil, serta memberikan akses layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas. ’’Berbagai upaya dilakukan dari hulu ke hilir, melalui penguatan pelayanan kesehatan ibu hamil di seluruh fasilitas kesehatan hingga pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan dan kader,’’ tuturnya.
Ning Ita meminta semua pemangku kepentingan bekerja keras untuk mempertahankan capaian nol AKI hingga akhir tahun. Keberhasilan dalam mencegah kasus kematian ibu dan anak tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan kolaborasi lintas program dan lintas sektor agar berbagai intervensi dapat berjalan secara optimal.
Ia menyebut sinergi melibatkan perangkat daerah, rumah sakit pemerintah dan swasta, organisasi profesi, tim penggerak PKK, Baznas, hingga Forum Corporate Social Responsibility (CSR). ’’Dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita tetap bisa mengikhtiarkan hasil yang maksimal melalui kolaborasi dan sinergi,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto