KOTA - Progres pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Mojokerto terus menunjukkan tren positif. Hingga Rabu (19/8) siang, pemutakhiran data warga telah mencapai 25.944 kepala keluarga (KK) atau setara 52,52 persen dari total populasi penduduk sebesar 49.398 KK. Catatan ini turut menempatkan Kota Mojokerto di peringkat keempat nasional di antara 43 kabupaten/kota lokasi uji coba.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, sinergi lintas elemen menjadi kunci suksesnya program ini. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus berupaya menggandeng ketua RT dan RW sebagai ujung tombak pendataan. Hal ini tak lepas dari posisi mereka sebagai elemen paling dekat dengan warga.
’’Pemkot Mojokerto juga bersinergi dengan para RT dan RW yang merupakan lapisan paling dekat dengan masyarakat. Organisasi kemasyarakatan lain, seperti TP PKK, kader motivator dan karang taruna juga kita libatkan,’’ kata Ning Ita, sapaan karib wali kota.
Selain menggandeng RT dan RW, strategi jemput bola juga digencarkan pemkot hingga ke tingkat kelurahan. Agen Perlinsos yang ditunjuk di masing-masing kelurahan aktif memanfaatkan momen-momen kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan masing-masing warga.
Seperti PKK, posyandu, pengajian, hingga pertemuan RT dan RW yang dijadikan kesempatan untuk membantu warga melakukan pendaftaran maupun pembaruan data Perlinsos secara langsung di tempat.
Uji coba Perlinsos digital ini menyasar keluarga berdasarkan proyeksi kelompok desil 1 hingga 4 di masing-masing wilayah. Proses pendaftaran dan pemutakhiran data terus didorong agar cakupan masyarakat yang terdata semakin luas.
Dengan sepuluh hari waktu uji coba yang tersisa hingga akhir Agustus nanti, Ning Ita mengajak masyarakat yang belum terdata untuk segera memanfaatkan layanan Perlinsos digital yang tersedia.
’’Bagi masyarakat yang belum terdata atau masih perlu melakukan pemutakhiran data Perlinsos, kami mengimbau untuk segera memanfaatkan layanan yang tersedia. Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui portal Perlinsos dengan aktivasi IKD (identitas kependudukan digital) atau datang ke kelurahan untuk mendapatkan pendampingan dari petugas maupun agen Perlinsos,’’ pungkas Ning Ita. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto