Masing-masing Terima 30 Kilogram untuk Jatah Tiga Bulan
KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Mojokerto memulai penyaluran bantuan pangan (bapang) beras untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Peluncuran dan penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Balai Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (17/8).
Alokasi kali ini, total penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Mojokerto mencapai 161.925 keluarga. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 5.412 PBP dibandingkan periode sebelumnya. Basis data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4 dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyampaikan bantuan beras ini merupakan stimulus tambahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga miskin dan rentan. Setiap PBP mendapatkan jatah 10 kilogram (kg) beras per bulan, yang pada penyaluran kali ini diterimakan sekaligus untuk tiga bulan sebesar 30 kg beras.
’’Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (BPN) memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyediakan beras kualitas medium yang disalurkan ke titik-titik bagi di setiap balai desa. Saya berpesan agar bapak dan ibu penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan sosial ini secara bijak,’’ ujar Gus Bupati membuka kegiatan penyaluran tersebut, Senin (17/8).
Ia juga menekankan ketatnya aturan penggantian penerima jika ada warga yang meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak memenuhi syarat. Penggantian harus mengacu pada data cadangan DTSEN. Jika data cadangan habis, penerima pengganti diprioritaskan bagi lansia tunggal, kepala rumah tangga perempuan miskin, penyandang disabilitas, atau keluarga miskin yang belum tersentuh bantuan.
’’Jika terdapat penerima yang tidak layak mendapat bantuan, juga dapat dilakukan penggantian penerima menggunakan SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak) oleh pemdes setempat,’’ tegasnya.
Seiring SPTJM ini, pemda juga meminta pemdes setempat segera melakukan pembaharuan desil terhadap keluarga yang tidak layak mendapat bantuan tersebut pada Aplikasi SIKSNG agar desil sesuai dengan kondisi riil yang ada.
’’Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, sekaligus menjaga daya beli di tengah masyarakat,’’ tandas Gus Bupati.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Mojokerto Muhammad Husin menjelaskan, program bapang beras ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto yang diteruskan melalui BPN dan Perum Bulog. Secara nasional, program ini menyasar hingga 32.244.485 PBP.
’’Khusus di Kabupaten Mojokerto, penyaluran perdana kita launching di Desa Bendunganjati. Di desa ini terdapat 451 PBP, sehingga total beras yang disalurkan untuk alokasi tiga bulan mencapai 13,5 ton,’’ ungkapnya.
Sedangkan untuk tingkat Kecamatan Pacet sendiri mencakup sebanyak 9.033 penerima dari total 161.925 penerima di Kabupaten Mojokerto. Secara bertahap, Bulog menargetkan penyaluran bantuan pangan beras di seluruh wilayah dapat rampung sebelum 20 September 2026.
Husin menjamin beras yang dibagikan merupakan pasokan cadangan pangan pemerintah (CPP) berkualitas baik yang tersimpan di gudang Bulog, lengkap dengan kemasan khusus berlogo Bantuan Pangan.
’’Harapan kami, bantuan pangan berupa beras 30 kg ini dapat langsung memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Sekaligus membantu menekan biaya pengeluaran harian. Selain itu, program ini disinergikan dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga kestabilan harga beras serta mengendalikan laju inflasi di daerah,’’ pungkas Husin. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto