Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Kota
KOTA – Manfaat nyata bagi masyarakat menjadi prioritas Pemkot Mojokerto dalam melahirkan inovasi pelayanan publik. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 232 inovasi telah dihasilkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, jumlah inovasi daerah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dari semula 27 inovasi pada 2021, jumlahnya telah meningkat drastis menjadi 259 pada 2026. Dengan demikian, terdapat 232 inovasi yang lahir selama lima tahun terakhir.
Dari angka tersebut, sebanyak 158 inovasi telah mencapai skor kematangan 111 sesuai indeks inovasi daerah, sedangkan 101 inovasi lainnya masih membutuhkan penguatan. ”Kematangan inovasi harus dapat dibuktikan melalui manfaat yang terukur,” katanya saat Monitoring dan Evaluasi Pengisian Indeks Inovasi Daerah Innovative Government Award (IGA) tahun 2026 di Bapperida Kota Mojokerto, Kamis (13/8).
Menurut Ning Ita, sapaan karib wali kota, keberhasilan inovasi daerah tidak diukur dari banyaknya jumlah yang dihasilkan. Melainkan dari tingkat kematangan dan dampak yang diberikan. Sehingga, inovasi itu, lanjutnya, harus dapat memberi manfaat untuk meningkatkan pelayanan publik atau terciptanya efisiensi anggaran.
Karena itu, Ning Ita itu meminta OPD memastikan inovasi yang dilahirkan dapat dijalankan secara berkelajutan. Dengan kata lain tidak hanya aktif ketika menghadapi proses penilaian atau verifikasi lapangan.
”Dampak dari inovasi harus bisa diukur sejauh mana inovasi yang kita lahirkan memberikan sebuah manfaat, apakah manfaatnya meningkat atau terjadi efisiensi anggaran,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto