Kebut Proyek Bendung dan Irigasi Rp 5,6 Miliar di Kabupate Mojokerto

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:53 WIB

 

ON PROGRESS: Pengerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II kini mencapai 30 persen, Selasa (11/8). (Dori JPRM)
ON PROGRESS: Pengerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II kini mencapai 30 persen, Selasa (11/8). (Dori JPRM) 

Progres Fisik Positif, Sasar 324,82 Hektare Sawah

KABUPATEN - Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pengerjaan proyek infrastruktur bendung dan irigasi pada tahun anggaran 2026. Hingga kini, sebanyak sembilan paket kegiatan konstruksi senilai Rp 5,6 miliar menunjukkan progres fisik melampaui target mingguan yang direncanakan. Paket infrastruktur ini ditargetkan mampu mengaliri total luas pemanfaatan lahan pertanian hingga 324,82 hektare.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, mengungkapkan akumulasi total nilai kontrak untuk sembilan paket pengerjaan ini mencapai lebih dari Rp5,6 miliar. Pengerjaan di lapangan saat ini berfokus pada tahap krusial untuk memastikan ketahanan infrastruktur air daerah. ’’Saat ini pengerjaan rata-rata sudah mencapai 30 persen. Capaian tersebut mencakup pekerjaan pondasi beton serta pasangan batu untuk bangunan bendung maupun saluran irigasi,’’ ungkapnya.

Yuni menjelaskan, realisasi progres fisik tersebut mengalami deviasi positif yang cukup besar dibanding perencanaan awal. Dari target rencana rata-rata yang ditetapkan sebesar 10 persen, deviasi pembangunan di lapangan mencatatkan surplus hingga +20 persen. ’’Alhamdulillah semua kegiatan berjalan positif dan sampai saat ini tidak ada kendala di lapangan,’’ tambahnya.

Berdasarkan data Dinas PUPR, sembilan paket pekerjaan tersebut mencakup peningkatan serta rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi yang tersebar di beberapa titik strategis. Di antaranya, peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II dengan nilai kontrak Rp 2,14 miliar. Lalu, rehabilitasi Bendung Urung-Urung II dengan nilai kontrak Rp 647,4 juta dan rehabilitasi Bendung Jatidukuh dengan nilai kontrak Rp 624,5 juta.

Selanjutnya, peningkatan Bendung Losari II dengan nilai kontrak Rp 492,7 juta. Peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II, nilai kontrak Rp 413,0 juta dan peningkatan Jaringan Irigasi Sumber Punggul, nilai kontrak Rp 407,3 juta. Kemudian, rehabilitasi jaringan irigasi D.I Turi, nilai kontrak Rp 300,9 juta, peningkatan jaringan Irigasi Desa Pekuwon, nilai kontrak Rp 232,7 juta, dan rehabilitasi pintu Air Bendung Tambaksari nilai kontrak Rp 187,3 juta. ’’Kami optimistis dengan progres yang positif ini, pengerjaan sembilan paket pengerjaan ini bisa selesai lebih awal,’’ paparnya.

Menurutnya, keseluruhan proyek infrastruktur penampung dan pembuat aliran air ini menjangkau saluran sepanjang lebih dari 980 meter. ’’Kami berharap selesainya proyek-proyek ini nantinya mampu mendukung produktivitas sektor pertanian daerah secara optimal. Penguatan infrastruktur ini juga sebagai komitmen pemda mendukung swasembada pangan nasional,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
proyek kabupaten mojokerto proyek irigasi proyek pemkab mojokerto proyek bendung