Perketat Pengawasan, Rekanan di Mojokerto Diminta Jaga Kualitas

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:26 WIB
PROGRES POSITIF: Pembangunan jalan beton di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari terus digeber. Hingga kemarin perkembangan hasil pengerjan melampaui target mingguan. (Sofan Kurniawan/JPRM)
PROGRES POSITIF: Pembangunan jalan beton di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari terus digeber. Hingga kemarin perkembangan hasil pengerjan melampaui target mingguan. (Sofan Kurniawan/JPRM) 

Belasan Proyek Jalan dan Jembatan Puluhan Miliar Lampaui Target 

KABUPATEN - Akselerasi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Mojokerto terus digeber. Memasuki bulan Agustus 2026, belasan paket proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini on-progress. Mencatatkan capaian positif melampaui target perencanaan awal. Baik pada pengerjaan tahap dua maupun tahap tiga. 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Yuni Laili Faizah menegaskan, komitmen pemerintah daerah melakukan percepatan pembangunan tanpa mengesampingkan mutu dan kualitas pengerjaan. Pihaknya terus melakukan pengawasan ketat di setiap titik pengerjaan agar infrastruktur tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. ’’Seluruh paket pekerjaan jalan dan jembatan yang saat ini berjalan on-progress. Hampir seluruh ruas jalan dan jembatan mengalami deviasi positif, artinya pengerjaan fisik di lapangan melesat jauh lebih cepat dari target yang direncanakan,’’ ungkapnya, Senin (10/8). 

Berdasarkan laporan progres mingguan pengawasan per 9 Agustus 2026, beberapa proyek rekonstruksi dan pelebaran jalan menorehkan lompatan realisasi yang cukup fantastis. Pengerjaannya jauh lebih cepat dari target rencana awal. Untuk pengerjaan proyek tahap dua yang saat ini memasuki minggu kesepuluh, misalnya, Yuni menegaskan, seluruhnya saat ini menunjukkan tren percepatan yang sangat memuaskan. 

’’Alhamdulillah, pengerjaan di lapangan berjalan sangat optimal. Bahkan ada beberapa ruas jalan yang realisasinya jauh melampaui target yang ditetapkan. Ini wujud komitmen kami agar infrastruktur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas,’’ tegasnya. 

Seperti halnya pelebaran Jalan Ruas Modopuro-Leminggir Rp 1,258 miliar. Dari rencana 12,94 persen kini realisasinya menembus 65,91 persen, terjadi deviasi +52,97 persen. Begitu pula dengan rekonstruksi Jalan Ruas Sampangagung-Windurejo Rp 840 juta yang mencapai realisasi 58,409 persen dari rencana awal hanya 8,376 persen. 

Proyek tahap dua lainnya yang menunjukkan deviasi positif di minggu kesepuluh, antara lain, ada rehabilitasi Jembatan Sukomulyo Rp 1,115 miliar, realisasi 57,155 persen deviasi +46,415 persen. Lalu, Jembatan Lolawang I Ruas Pekukuhan-Ngoro Rp 3,511 miliar realisasi 13,856 persen dengan deviasi +12,481 persen. Sedangkan pelebaran Ruas Jalan Batankrajan-Penompo Rp 2,377 miliar realisasi 18,514 persen terjadi deviasi +5,378 persen. 

’’Selain itu, peningkatan jalur pariwisata dan konektivitas pedesaan seperti Pacet-Trawas realisasi 14,488 persen dengan deviasi +12,720 persen. Kemudian pelebaran Jembatan Sajen Ruas Pacing-Pacet Rp 2,756 miliar realisasinya juga terus bergerak maju di atas target mingguan,’’ jelasnya. 

Sementara itu, untuk proyek tahap tiga yang baru memasuki minggu ketujuh pengerjaan, hasilnya pun tak kalah. Salah satu yang paling menonjol ada pelebaran Ruas Jalan Kedunggempol-Ngrame Rp 926 juta. Dari rencana awal hanya 7,799 persen, realisasinya di lapangan sudah mencapai 99,820 persen. ’’Artinya pengerjaan fisiknya nyaris rampung 100 persen,’’ tuturnya. 

Deretan proyek tahap tiga lainnya ada pelebaran Jalan Watesnegoro-Kembangsri Rp 2,029 miliar terjadi deviasi +28,330 persen, pelebaran Jalan Kutogirang-Wotanmasjedong Rp 2,274 miliar deviasi +24,44 persen. Selanjutnya pengawasan Pacet-Trawas Rp 1,098 miliar deviasi +12,720 persen dan pelebaran Jalan Pangi-Jembul Rp 3,072 miliar dengan deviasi +7,081 persen. 

Yuni menambahkan, meski seluruh pengerjaan menunjukkan grafik percepatan, pihaknya memastikan bahwa kualitas mutu bangunan tetap menjadi prioritas utama. Pengawasan di lapangan akan terus diperketat agar spesifikasi teknis sesuai dengan kontrak kerja. 

’’Jadi, meskipun pengerjaannya cepat, kita pastikan kualitasnya tidak main-main. Pengawasan harian dan mingguan terus kita kawal ketat. Harapannya, infrastruktur jalan dan jembatan ini bisa awet, mendongkrak roda perekonomian, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi warga Kabupaten Mojokerto,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
proyek mojokerto proyek jalan dinas pupr kabupaten mojokerto pengawasan proyek proyek jembatan