KOTA – Sebanyak 76 siswa terpilih sebagai calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kota Mojokerto yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Guna mempersiapkan diri, mereka menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) selama dua pekan.
Rangkaian pemusatan diklat ditandai dengan upacara Tantingan Desa Bahagia di Gelora Ahmad Yani, Senin (3/8) pekan lalu. Kegiatan penyambutan tersebut menjadi pembuka sebelum para calon paskibraka (capaska) menjalani diklat hingga Minggu (16/8).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, peserta diklat capaska merupakan putra-putri terbaik Kota Mojokerto. Selain diikuti 76 calon paskibraka kota, terdapat dua siswa yang lolos ke tingkat Provinsi Jatim sebagai capaska HUT ke-81 Kemerdekaan RI. ”Sebanyak 76 anak-anak dari 18 SMA se-Kota Mojokerto berhasil lolos melalui proses seleksi untuk menjadi calon Paskibraka Kota Mojokerto tahun 2026. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tutur Ning Ita, sapaan wali kota.
Menurutnya, seleksi paskibraka bukan sekadar untuk memilih petugas pengibar bendera, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki kualitas, karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan. Ia pun meminta kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, menempa diri, dan meningkatkan kualitas diri.
Ning Ita meyakini nilai-nilai yang diperoleh selama diklat akan menjadi bekal berharga bagi masa depan para peserta. ”Saya yakin proses ini bukan hanya mempersiapkan diri menjadi paskibraka. Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan yang dibangun selama pelatihan akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam kehidupan ke depan,” tuturnya.
Melalui pemusatan diklat selama dua pekan ini, pemkot berharap para capaska mampu menjalankan tugas pengibaran bendera merah putih dengan baik. Di sisi lain, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto