KOTA - Sebanyak 102 ribu bibit digelontorkan Pemkot Mojokerto kepada warga di 18 kelurahan sepanjang tahun ini melalui program cabenisasi. Budi daya lombok oleh masyarakat urban diharapkan bisa menekan pengeluaran rumah tangga, menjadi peluang usaha baru, hingga membantu mengendalikan laju inflasi daerah.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan alasan untuk tidak berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Ning Ita, panggilan Wali Kota, menyebut masyarakat dapat menanam cabai di pekarangan sempit, teras rumah, atau memanfaatkan pot dari barang-barang daur ulang.
’’Yang paling penting outcome-nya harus bisa diukur. Sejauh mana program cabenisasi ini mampu mengurangi konsumsi rumah tangga, mengendalikan inflasi cabai, sehingga keberhasilannya benar-benar terlihat dan akuntabilitas kinerjanya bisa diketahui,’’ tuturnya saat membuka Sosialisasi Teknis Budidaya Cabai dan Peluang Usaha di Perkotaan yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, kemarin (7/8).
Selain mendukung ketahanan pangan, lanjutnya, program cabenisasi yang dijalankan mulai tahun ini diharapkan memberi dampak nyata bagi warga. Terutama pengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli cabai. Pemanfaatan cabai hasil budidaya itu sekaligus dapat membantu mengendalikan inflasi yang kerap dipicu kenaikan harga bumbu pedas tersebut.
Menurutnya, sejak Januari hingga pertengahan tahun ini, lebih dari 102 ribu bibit cabai telah didistribusikan melalui berbagai skema. Tak sekadar menyebar bibit, pemkot menugaskan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memberi pendampingan kepada masyarakat yang menanam cabai. Kendala yang mereka hadapi juga diidentifikasi untuk dicarikan solusi. Berdasarkan monitoring dan evaluasi, serangan hama, daun kering, dan gangguan tikus masih menjadi masalah yang paling banyak ditemukan.
’’Karena itu, peserta sosialisasi dibekali materi teknis budidaya oleh praktisi hortikultura agar mampu meningkatkan keberhasilan penanaman cabai di lingkungan masing-masing,’’ ujar Ning Ita, panggilan Wali Kota. Kegiatan tersebut diikuti dua warga perwakilan masing-masing kelurahan.
Di sisi lain, pemkot juga mendorong masyarakat melirik budidaya cabai sebagai peluang usaha di kawasan perkotaan. Melalui peningkatan keterampilan budidaya dan pendampingan yang berkelanjutan, program cabenisasi diharapkan tidak hanya membantu menjaga stabilitas harga pangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto