SEMENTARA itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Mojokerto Umy Zaidah menyatakan, peringatan Hari Koperasi ke-79 harus dijadikan momentum untuk bertransformasi di tengah perkembangan ekonomi digital dan persaingan usaha yang semakin ketat.
Dekopinda, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong koperasi di Kabupaten Mojokerto menjadi organisasi yang adaptif, profesional, dan transparan tanpa menghilangkan jati diri ekonomi rakyat.
”Hari Koperasi bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa koperasi lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong. Di era modern ini, koperasi dituntut untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta aktif melakukan kaderisasi,” ujarnya.
Menurutnya, Peringatan Hari Koperasi ke-79 mencakup serangkaian agenda utama. Di antaranya Jambore Koperasi Siswa SMK se-Kabupaten Mojokerto. Jambore ini diikuti oleh 12 regu putri, 13 regu putra, dan 12 stan bazar.
Rangkaian acara ini meliputi lomba pentas seni, pidato, hasta karya, rumah koperasi, bazar, hingga pelatihan perkoperasian. Lalu, senam bersama yang melibatkan Perwosi Kabupaten Mojokerto, peserta jambore, dan seluruh insan gerakan koperasi.
Selain itu, ada lomba menghias tumpeng Koperasi Wanita (Kopwan) sebagai bentuk ajang kreasi dan silaturahmi antar-Kopwan se-Kabupaten Mojokerto. Serta tasyakuran Hari Koperasi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang gerakan koperasi Indonesia. ’’Rangkaian acara ditutup dengan harapan agar kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Perwosi, Dekopinda, dunia pendidikan, dan masyarakat terus terjalin erat demi mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang sehat, mandiri, dan sejahtera,’’ pungkas Umy Zaidah . (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto