KABUPATEN – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa serahkan puluhan alat mesin pertanian (alsintan) kepada para kelompok tani (poktan), di kantor Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kamis (16/7). Berkolaborasi dengan Tani Merdeka, pemerintah komitmen dukung teknologi Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk tingkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Didampingi Kepala Dinas Pertanian Ludfi Ariyono, Gus Bupati turut terlibat panen padi menggunakan combine harvester bersama para petani. ’’Saya optimistis, dengan semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Mojokerto akan terus menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur dan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program swasembada pangan nasional,’’ ungkap Gus Barra.
Gus Barra mengakui sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ketersediaan air, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Untuk itu, pemerintah hadir dan terus mendorong mekanisasi pertanian dan penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS). Selain mampu meningkatkan produktivitas hasil panen, kesejahteraan petani juga terdongkrak.
’’Dengan menerapkan PM-AAS ini, kita optimistis produktivitas padi mampu meningkat hingga 10-12 ton per hektare. Hasilnya bisa dirasakan petani. Ini menjadi pondasi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa. Kabupaten Mojokerto memiliki potensi yang besar untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menuju swasembada pangan,’’ jelasnya.
Sebagai wujud komitmen, pemerintah menyalurkan puluhan bantuan Alsintan, meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier, 2 unit combine harvester ukuran besar dan 23.670 kilogram benih jagung untuk 104 kelompok tani. ’’Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani,’’ tegasnya.
Secara simbolis, bantuan 22 unit pompa air 3 inci senilai Rp 187 juta diserahkan kepada Kelompok Tani Dahlia Jingga Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong sebagai perwakilan 22 kelompok tani penerima. Selanjutnya, bantuan 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai Rp 1 miliar diserahkan kepada Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging.
Berikutnya, bantuan 13 unit irigasi perpompaan senilai Rp 2 miliar diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Tani Jaya Desa Perning, Kecamatan Jetis. Sedangkan, bantuan 2 unit combine harvester ukuran besar senilai Rp 816 juta diserahkan kepada Kelompok Tani, Tani Mulyo 3 Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.
Sedangkan bantuan 23.670 kg benih jagung senilai Rp 1,4 miliar diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Subur Makmur Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu sebagai perwakilan dari 104 kelompok tani penerima. ’’Jadi total bantuan Alsintan dan benih jangung yang pemerintah salurkan untuk ratusan Poktan di Kabupaten Mojokerto sebesar Rp 5,8 miliar lebih,’’ paparnya.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian merupakan implementasi misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah. Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Gus Barra menegaskan, panen padi yang tengah berlangsung ini merupakan wujud rasa syukur atas kerja keras para petani yang selama ini mengolah lahan dengan penuh ketekunan. ’’Hasil panen bukan sekadar buah dari proses budidaya, tetapi juga hasil dari ikhtiar, doa, dan semangat gotong royong yang terus terpelihara di tengah masyarakat,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto