KABUPATEN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto menunjukkan komitmen nyata dalam penguatan ekonomi umat melalui program "Kurban Berkah BAZNAS". Pada ibadah kurban tahun ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berhasil menghimpun dana kurban dan layanan Idul Adha mencapai kurang lebih Rp 1 miliar dan berhasil mendistribusikan sebanyak 3.621 paket daging kurban kepada fakir miskin di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto Zamroni Ahmad, menegaskan seluruh hewan kurban berupa kambing yang disembelih dalam program tahun ini tidak dibeli dari pasar umum, melainkan bersumber langsung dari balai ternak binaan BAZNAS. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan berhasil menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan bagi para peternak mustahik.
"Ini bukan perkara kecil. Artinya, program pemberdayaan yang selama ini dijalankan tidak berhenti pada pelatihan atau bantuan semata, tetapi benar-benar menghasilkan siklus ekonomi umat yang nyata. Para peternak binaan tidak hanya dibantu beternak, tetapi juga dibantu akses pasar, pendampingan, hingga hasil ternaknya mampu memenuhi kebutuhan kurban dalam skala besar seperti hari ini," ungkapnya.
Tercatat sebanyak 301 ekor kambing berhasil disembelih pada program kurban tahun ini, dengan rincian sumber program BAZNAS RI 60 ekor, BAZNAS Kabupaten Mojokerto 231 ekor dan Program Kerja Sama BAZNAS dan USAID 10 ekor. ''Dari total penyembelihan ini, BAZNAS Kabupaten Mojokerto berhasil mendistribusikan sebanyak 3.621 paket daging kurban dengan berat sekitar 1 kilogram per paket yang dibagikan khusus kepada fakir miskin di wilayah Kabupaten Mojokerto,'' tegasnya.
Menurut Zamroni, sistem ini membuktikan bahwa masyarakat yang menyalurkan kurban melalui BAZNAS secara tidak langsung ikut memberdayakan ekonomi para peternak mustahik di daerah.
Bupati Albarraa Apresiasi Peran Aktif Baznas
Kesuksesan ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyatakan dukungannya atas perkembangan positif yang ditunjukkan oleh BAZNAS. Gus Barra menilai, pemanfaatan zakat untuk sektor produktif seperti peternakan terbukti efektif menaikkan taraf hidup masyarakat.
"Ada pemberdayaan ternak yang dikoordinasikan oleh BAZNAS Kabupaten Mojokerto, yang awalnya dari 100 ekor domba/kambing kini sudah berkembang menjadi 300 sekian ekor. Ini luar biasa, artinya ada peningkatan pendapatan, dari yang awalnya mustahik, insyaallah ke depan bisa menjadi muzakki (pemberi zakat)," ungkapnya.
Pemkab Mojokerto melalui Korpri juga turut menyalurkan dana kurban sebesar lebih dari Rp 245 juta yang diwujudkan dalam bentuk 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing melalui BAZNAS untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap BAZNAS Mojokerto tidak cepat puas dan bisa terus belajar dari BAZNAS Jawa Timur dalam hal peningkatan pengelolaan dana zakat. Selain itu, kerja sama proaktif BAZNAS dalam mendukung program daerah, seperti program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang sukses membedah ratusan rumah, diharapkan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Mojokerto di tengah tantangan ekonomi global saat ini.
Praktisnya, BAZNAS saat ini tidak hanya berperan sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, melainkan telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kepedulian sosial serta pemberdayaan masyarakat.
"Program Kurban Berkah ini merupakan gerakan sosial kemanusiaan yang membawa dampak luas. Selain memiliki makna spiritual mendalam, program ini menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial secara bersamaan," tuturnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kurang mampu, distribusi ribuan paket daging ini juga diintegrasikan untuk mendukung program nasional dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi penerima, program kolaboratif ini juga membawa angin segar bagi sektor perekonomian daerah. ''Apalagi hewan ternak yang digunakan dalam program ini diserap langsung dari para peternak lokal binaan BAZNAS. Sehingga memberikan dampak ekonomi yang positif dan langsung dirasakan oleh masyarakat,'' jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan akan terus mendukung program-program kemanusiaan inovatif dari BAZNAS yang sejalan dengan pembangunan daerah. Khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Bupati juga berpesan agar seluruh proses penyembelihan, pengelolaan, hingga distribusi daging kurban dan dam ini berjalan dengan ketat memperhatikan aspek syariat, kesehatan, dan kebersihan. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah