Dalam APBD Nilainya Dialokasikan Sebesar Rp 5 Miliar
JATIREJO - Kucuran anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan darurat revitalisasi jaringan air bersih di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto telah diproses. Pencairan dana bakal langsung dialokasikan melalui dinas pengampu untuk menanggulangi krisis air akibat terdampak longsor beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto M. Iwan Abdillah mengatakan, dana BTT untuk revitalisasi jaringan air bersih di Desa Dilem sudah diproses. Itu setelah pengajuan penanganan darurat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto telah disetujui Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. ”Dari dinas PUPR sudah mengajukan ke Pak Bupati dan disetujui dengan menerbitkan SK (surat keputusan) keadaan mendesak,” ujarnya, kemarin (28/5).
Penyaluran dana BTT tersebut diperuntukkan membangun kembali jaringan air di Desa Dilem yang diterjang banjir dan longsor pada 20 Maret lalu. Akibat bencana tersebut, sebanyak 110 kepala keluarga (KK) mengalami dampak krisis air bersih. ”Karena keadaan darurat, maka mekanismenya dari BTT,” paparnya.
Iwan mengatakan, anggaran BTT akan dikucurkan melalui dinas PUPR yang bakal mengampu pekerjaan revitalisasi jaringan air. Namun, pihaknya meminta waktu untuk melakukan pengecekan terkait besaran dana yang akan dikucurkan untuk pemulihan suplai air bersih ke masyarakat ini. ”Yang jelas sudah kami proses sesuai dengan usulan dan perencanaan apa saja yang akan dibangun,” tandasnya.
Dalam APBD 2026 ini, Pemkab Mojokerto mengalokasikan dana BTT sebesar Rp 5 miliar. Selain untuk penanggulangan saluran air, dana darurat tersebut sebagian juga telah disalurkan untuk bantuan perbaikan rumah rusak, perlengkapan sanitasi, dan kebutuhan warga terdampak bencana lainnya.
Sesuai rencana, dinas PUPR bakal melakukan penanganan infrastruktur jaringan air bersih yang menyentuh beberapa bagian. Antara lain, menyasar pembangunan penangkap air, pipanisasi, hingga perbaikan tandon.
Selain untuk penanggulangan darurat, revitalisasi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih secara berkelanjutan. Pasca dilanda longsor, pemda menyuplai air bersih secara rutin kepada warga yang disalurkan melalui truk tangki BPBD dan PMI Kabupaten Mojokerto. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah