KABUPATEN - Pemkab Mojokerto terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP) yang dikemas dalam kegiatan Gema Pitu (Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu).
Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarra mengingatkan masyarakat terkait tiga faktor utama penyebab stunting. Yakni, mulai pola makan, pola asuh orang tua, dan lingkungan yang berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
’’Tiga penyebab stunting yang perlu diketahui oleh masyarakat, yaitu terletak pada pola makan, pola asuh orang tua hingga lingkungan yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat,’’ ungkap Ning Hanna di tengah kegiatan di kantor Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo.
Ia menegaskan, melalui Gema Pitu, pemerintah berupaya menghadirkan edukasi sekaligus memperkuat layanan posyandu terpadu agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan dasar di tingkat desa. Terlebih, posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi layanan terpadu lintas sektor.
’’Saat ini posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga berfokus pada bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, trantibum linmas hingga bidang sosial,’’ tambahnya. Usai kegiatan, Ning Hanna meninjau langsung ke layanan posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan balita, serta pemantauan tumbuh kembang anak di PAUD Desa Tawangrejo.
Dia juga memberikan edukasi terkait pemenuhan gizi keluarga dengan mengenalkan berbagai menu makanan sehat yang dapat diolah secara sederhana di rumah. Keterlibatan perangkat daerah tersebut diwujudkan melalui pendampingan layanan di lapangan serta pelaksanaan pendataan sasaran yang meliputi 35 lansia, 19 ibu balita, dan satu ibu hamil. ’’Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah