SEMENTARA itu, potensi lonjakan angka pengangguran pasca momen kelulusan SMA dan SMK mendapat atensi serius dari pemerintah daerah (pemda). Pemkab Mojokerto membuka kantor Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMA untuk mengoptimalkan tamatan sekolah menengah yang memilih langsung terjun ke dunia kerja.
”Sejauh ini sudah ada dua BKK. Di SMAN 1 Gondang dan yang sedang berproses di SMAN 1 Kutorejo,” ungkap Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, kemarin (21/5). Ia menjelaskan, BKK memberikan layanan pembekalan keterampilan bagi lulusan SMA untuk mencari dan langsung terjun ke dunia kerja.
”Ini mengantisipasi tamatan SMA yang tidak bisa lanjut kuliah agar punya skill dan pengetahuan untuk bisa ditampung di perusahaan,” tambahnya. Terobosan ini dinilai penting di tengah situasi dunia kerja yang membutuhkan tenaga kerja jebolan sekolah menengah. Sehingga bukan tidak mungkin, jumlah BKK akan terus ditambah seiring hasil monitoring dan evaluasi.
”Kalau memang BKK ini nantinya terus membawa nilai tambah dan dampak yang signifikan, tentu akan kita buka kerja sama dengan SMA lainnya,” sebut Yo’ie.
Selain itu, pemda telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sekaligus intervensi dalam menciptakan lapangan kerja. Yakni, menggelar job fair setiap tahun pada momen pasca kelulusan SMA dan SMK.
Di samping itu, sertifikasi keterampilan atau kewirausahaan bagi masyarakat umum rutin digelar. Meliputi, keterampilan juru las, rias pengantin, tata boga, hingga instalasi listrik dan elektronik. Setelah dua pekan pelatihan, peserta bakal mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
”Ini upaya pemda agar masyarakat bisa meningkatkan skill sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT),” tandas mantan Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, ini. (vad/ris)
Editor : Fendy Hermansyah