PENINGKATAN kualitas pelayanan publik di wilayah Kecamatan Mojoanyar memerlukan penguatan koordinasi yang lebih cepat dan efektif antarpemangku kepentingan. Untuk itu, pihak kecamatan akan membentuk grup komunikasi berbasis aplikasi Whatsapp sebagai media pertukaran informasi yang melibatkan camat, kepala seksi pelayanan dan pemerintahan kecamatan dan desa, serta operator Paradewi desa se-Kecamatan Mojoanyar.
Selain itu, akan dilaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana pelayanan desa. Baik secara luring maupun daring, yang sekaligus menjadi bagian dari penilaian lomba pelayanan publik guna mendorong peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Sehubungan dengan hal tersebut, disepakati tim pelayanan Kecamatan Mojoanyar akan melaksanakan evaluasi pasca rapat koordinasi dan hasilnya akan diumumkan pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI). Di samping itu, ditetapkan pula ketentuan jam pelayanan desa yang mengikuti jam kerja dengan waktu istirahat pada pukul 12.00-13.00 saat salat Duhur.
’’Serta kewajiban bagi pemerintah desa untuk memberikan pemberitahuan secara luring maupun daring, minimal satu minggu sebelumnya apabila terdapat perubahan atau penyesuaian jam pelayanan,’’ ungkap Plt Camat Mojoanyar Arifatur Roziq.
Hasil akhir klasemen Lomba Pelayanan Prima Desa di Kecamatan Mojoanyar pun berlangsung dengan penuh semangat dan kompetisi sehat. Berdasarkan hasil penilaian, Desa Gayaman berhasil meraih peringkat pertama dengan 274 poin, disusul Desa Ngarjo di posisi kedua dengan 271 poin, dan Desa Lengkong di posisi ketiga dengan 218 poin.
Selanjutnya berturut-turut ditempati Desa Sadartengah (209 poin), Desa Wunut (191 poin), Desa Sumberjati (174 poin), Desa Jabon (172 poin), Desa Kwatu (143 poin), Desa Kepuhanyar (140 poin), Desa Kwedenkembar (121 poin), Desa Jumeneng (120 poin), serta Desa Gebangmalang di posisi terakhir dengan 115 poin.
’’Hal yang diharapkan untuk seluruh desa di Kecamatan Mojoanyar tidak hanya berhenti pada capaian lomba semata, tetapi mampu menjadikan hasil evaluasi sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,’’ paparnya.
Lomba ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, inovatif, serta mendorong setiap desa untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana (sarpras), penguatan kapasitas aparatur desa, serta optimalisasi peran operator Paradewi diharapkan dapat terus dikembangkan guna mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan.
’’Dengan komitmen bersama antara pemerintah desa dan kecamatan, diharapkan pelayanan publik ke depan semakin profesional, akuntabel, dan mampu memberikan kepuasan yang maksimal bagi masyarakat,’’ imbuh dia. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah