Pengelola Wisata Diminta Waspada Potensi Bencana
KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut libur Lebaran 1447 Hijriah/2026. Baik terkait pelayanan infrastruktur di jalur mudik maupun ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di bumi Majapahit.
Gus Bupati menegaskan, tradisi mudik yang menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri dipastikan akan memicu peningkatan signifikan pergerakan masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung pada 13 hingga 31 Maret 2026 dengan puncak pergerakan masyarakat terjadi pada 15 hingga 27 Maret 2026. ”Potensi pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran tahun ini secara nasional bahkan diprediksi mencapai sekitar 143,9 juta orang,” ungkapnya.
Kondisi tersebut dipastikan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan, kepadatan lalu lintas, hingga aktivitas masyarakat di berbagai pusat keramaian. Termasuk di wilayah Kabupaten Mojokerto yang menjadi salah satu wilayah strategis di Jawa Timur. Selain memiliki peran penting sebagai jalur penghubung mobilitas masyarakat antardaerah, baik menuju Surabaya, Pasuruan, maupun kawasan Malang Raya, bumi Majapahit juga menjadi daerah dengan berbagai destinasi wisata.
Termasuk pusat kegiatan ekonomi yang ramai dikunjungi masyarakat selama masa libur Lebaran. ”Untuk mendukung kelancaran arus mudik, kami memastikan infrastruktur jalan dalam kondisi layak. Jalan berlubang dan retak-retak sebelumnya sudah dilakukan pemeliharaan oleh dinas PUPR,” tegasnya.
Sesuai data dinas PUPR setidaknya ada 18 ruas jalan yang jadi atensi. Semuanya kini sudah tuntas diperbaiki. Tak sekadar itu, Gus Bupati juga memastikan seluruh rambu lalu lintas, marka jalan, serta perlengkapan jalan lainnya dalam kondisi baik dan siap digunakan selama periode mudik Lebaran.
”Perbaikan secara berkala, tidak lain agar tidak mengganggu kelancaran para pemudik. Sekaligus memastikan kenyamanan dan keamanan pengendara,” jelasnya. Selain aspek lalu lintas, pemerintah daerah juga mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di wilayah Pacet, Trawas, dan sekitarnya yang biasanya meningkat selama libur Lebaran.
”Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan wisata, hingga penumpukan sampah di kawasan wisata,” tegas Gus Bupati. Pemkab juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang, serta pohon tumbang yang dapat mengganggu jalur mudik di beberapa wilayah Kabupaten Mojokerto.
Di sisi lain, ketersediaan bahan bakar minyak serta bahan pokok penting juga menjadi perhatian selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Saat ini, tercatat terdapat 57 SPBU aktif di wilayah Kabupaten Mojokerto. Terdiri dari 41 SPBU Pertamina, 8 Pertashop, dan 8 Indostation. ”Ketersediaan BBM yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa mudik Lebaran,” pungkas Gus Bupati. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah