KABUPATEN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto menggelar gathering dan buka bersama dengan para penyintas TB-RO jelang Hari TB Sedunia atau World TB Day, Sabtu (14/3). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TB dan pentingnya pengobatan yang tepat.
Kegiatan ini juga diisi dengan siraman tausyiah Ramadan oleh H. M. Sirojudin dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Panitia juga memberikan bingkisan sembako bagi peserta penyintas TB-RO. Tampak hadir perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dan Dinkes Provinsi Jawa Timur.
Acara ini diadakan sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada para pasien TB-RO yang mau berobat teratur dan sudah sembuh.
”Kita apresiasi para pasien TB-RO yang sudah sembuh dan bisa membantu mengedukasi para pasien TB-RO lainnya. TB-RO masih menjadi salah satu penyakit menular yang paling mematikan di dunia. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya TB dan TB-RO. Juga pentingnya mengedukasi pengobatan yang tepat,” kata Plt Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar dr. Gigih Setijawan, Sp.P, MARS, FISR.
Para penyintas TB-RO berbuka puasa bersama dan berbagi pengalaman selama berobat di RSUD Prof. dr. Soekandar. ”Ke depan, kita akan membentuk komunitas penyintas TB-RO dan kegiatan ini pertama kalinya di Jatim. Dengan demikian ada rumah sakit yang mau mengumpulkan para penyintas TB-RO,” tambahnya.
Pihaknya mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Dinkes Kabupaten Mojokerto dan Dinkes Provinsi Jawa Timur yang telah berkolaborasi, sehingga pasien TB-RO ini dapat disembuhkan. Dia menegaskan, program ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto 2025-2029 yang diusung Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Albarraa dan Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Octavian, mewujudkan Mojokerto lebih maju, adil, dan makmur.
”Fokus kesehatan dalam visi ini terakomodir dalam Musrenbang RPJMD untuk meningkatkan pelayanan publik dan infrastruktur sektor kesehatan. Ini merupakan salah satu wujud kesatuan dan kolaborasi RSUD Prof. dr. Soekandar, Dinkes Kabupaten Mojokerto dan Dinkes Provinsi Jawa Timur dalam menuntaskan kasus TB di Kabupaten Mojokerto menuju End-TB 2030 atau bebas TB di 2030,” tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah