KECAMATAN Ngoro membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Stunting yang melibatkan stakeholder internal dan eksternal. Tim gabungan yang dikoordinir oleh Camat Ngoro ini merupakan pasukan khusus yang diterjunkan untuk mengangani kasus stunting melalui kelompok sasaran anak berusia 0-59 bulan.
TRC Stunting terdiri dari petugas dari Puskesmas Ngoro, Puskesmas Manduro, PKK kecamatan dan desa, pendamping desa, pendamping PKH, TKSK, hingga penyuluh DP2KBPP dan KUA Kecamatan Ngoro. Di sanping itu, personel juga meliputi perangkat daerah terkait, Baznas, Perusahaan (CSR), Filantropi, dan petugas eksternal lainnya.
’’Tugas dari Tim Reaksi Cepat Stunting Kecamatan Ngoro antara lain mengidentifikasi permasalahan kasus stunting dan mengkoordinasikan intervensi program penanganan kepada stakeholder terkait,’’ papar Camat Ngoro Satriyo Wahju Utomo.
Dia memaparkan, TRC Stunting memiliki keunggulan karena langsung menyasar kelompok anak dengan kasus stunting untuk mendapatkan penanganan secara konvergen. Baik penanganan melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif oleh stakeholder internal dan eksternal.
Intervensi gizi spesifik meliputi pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil kurang energi kronis (bumil KEK) dan balita gizi kurang. Selain itu, penanganan juga dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah bagi bumil dan remaja putri. Termasuk memastikan pemberian ASI ekslusif dan makanan pendamping (MP) ASI bagi baduta, tata laksana gizi buruk, pemantauan tumbuh kembang balita, pemberian imunisasi, hingga ante natal care (ANC) dan pemberian vitamin A.
Sedangkan intervensi gizi sensitif meliputi penyediaan air minum layak, sanitasi layak, penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bantuan tunai bersyarat, bantuan sosial pangan, layanan KB pasca persalinan, menekan kehamilan yang tidak diinginkan, serta pemberian informasi mengenai stunting. ’’Kasus stunting di wilayah kecamatan ngoro ditangani 100 persen oleh tim reaksi cepat,’’ pungkas Satriyo. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah