Camat Ngoro Satriyo Wahyu Utomo menjelaskan, SOTH merupakan wadah bagi orang tua untuk belajar dan menggali lebih dalam tentang pola pengasuhan yang baik. Melalui program ini, para orang tua dibekali pengetahuan untuk menjadi pembimbing yang terbaik bagi buah hati meraka. ’’Harapannya orang tua mampu mencetak anak-anak sebagai generasi emas yang berintegritas dan berkompeten,’’ tandasnya.
Program SOTH di wilayah Kecamatan Ngoro juga mendukung pencegahan stunting. Dalam kegiatannya, tutur Satriyo, terdapat materi berupa wawasan terkait stunting agar orang tua mendapatkan pemahaman dan keterampilan praktis dalam hal mendidik dan membesarkan anak. ’’Yang tak kalah penting juga, para orang tua dapat menggetuktularkan kepada saudara, tetangga dan lingkungan sekitar mereka,’’ imbuhnya.
Melalui penanganan yang terintegrasi, kasus stunting di wilayah Kecamatan Ngoro mampu turun secara graduatif. Dari tahun 2023 sebanyak 18 kasus, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 7 kasus di 2024. Bahkan, di tahun 2025 kembali menunjukkan grafik penurunan hingga tersisa 4 kasus.
Atas keberhasilan program inovasi Ngoro Zero Stunting, Pemkab Mojokerto menganugerahkan Kecamatan Ngoro sebagai juara 3 kategori OPD dalam lomba Mojokerto Berinovasi (MOJOVAS) tahun 2025. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah