”Sehingga di wilayah Randegan RW 1 itu banyak yang kena penyakit diare, TBC, dan di situ banyak stunting-nya.”
Mat Ali
Warga RW 1 Lingkungan Randegan
”Kalau musim hujan seperti ini air lindi meluber sampai selokan dan melewati permukiman warga.” tuturnya.
Arif
Warga Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung
- Warga Sebut Alami Diare, TBC, hingga Stunting
- Rembesan Air Lindi Akibatkan Bau Busuk
KOTA - Pencemaran sampah TPA Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, diduga memicu penyakit diare dan tuberkulosis (TBC). Kondisi tersebut dinilai akibat aliran air lindi di wilayah permukiman.
Ancaman kesehatan itu salah satunya diungkapkan Mat Ali, warga RW 1 Lingkungan Randegan. Menurutnya, tata kelola TPA sudah seharusnya dikaji ulang. Ia mencontohan, air lindi yang mengalir dari TPA berwarna cokelat dan diduga memicu penyakit. ”Sehingga di wilayah Randegan RW 1 itu banyak yang kena penyakit diare, TBC, dan di situ banyak stunting-nya,” ungkapnya, kemarin (9/1).
Ali mengungkapkan, air lindi yang merupakan limbah cair hasil rembesan tumpukan sampah memicu bau busuk dan mengundang lalat. Kondisi lingkungan yang tak sehat ini berdampak terhadap pertumbuhan anak. Khususnya warga yang secara ekonomi kurang mampu. ”Bagi yang tidak mampu, gizinya kurang, otomatis dampaknya ke stunting,” imbuhnya.
Arif, warga Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, lainnya mengatakan, air selokan di Lingkungan Randegan bercampur dengan air lindi TPA. Selain berwarna keruh, rembesan sampah yang terbawa hujan itu memicu bau tak sedap. ”Kalau musim hujan seperti ini air lindi meluber sampai selokan dan melewati permukiman warga,” tuturnya.
Menanggapi keluhan warga, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Ikromul Yasak menyatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pengelolaan sampah di TPA. ”Yaitu, dengan edukasi ke masing-masing warga, RT, lurah, dan camat terkait dengan pemilahan sampah,” ucapnya.
Menurut Yasak, sampah yang dibawa ke TPA masih bercampur antara organik dan anorganik. Padahal, lanjutnya, hanya sampah residu atau yang tak bisa diolah lagi yang masuk penampungan akhir. Karena itu, dirinya bakal menggalakkan program pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga. ”Nanti kami sosialisasikan dan sarana prasarana pemilahan sampah akan disiapkan agar warga tidak terbebani,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah