Mereka juga tak lupa mendoakan agar Kabupaten Mojokerto senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan kemudahan di setiap pembangunannya. Termasuk rencana pemindahan Ibu Kota Kabupaten Mojokerto agar berjalan lancar, membawa kebaikan, serta menjadi langkah besar menuju masa depan Mojokerto yang lebih maju, tertata, dan sejahtera.
’’Sewu Ati Sewu Dungo ini bukan hanya buka puasa bersama, tapi juga simbol kebersamaan, kepedulian, dan kekuatan doa dari seribu hati yang tulus. Pemindahan ibu kota bukan sekadar perpindahan lokasi. Tapi juga upaya untuk menata masa depan daerah yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih optimal, serta pusat pemerintahan yang lebih representatif,’’ ungkap Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto KH. Zamroni Ahmad.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dalam sambutannya mengatakan, santunan Seribu anak Yatim ini merupakan kolaborasi yang sangat baik Baznas Jawa Timur, Baznas Kabupaten Mojokerto, dan Pemkab Mojokerto. Gus Barraa, sapaan akrabnya juga mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, termasuk para donatur yang telah membantu kesejahteraan ribuan anak yatim.
’’Anak-anak yatim yang hadir pada hari ini mendapat paket tas sekolah dan alat tulis, santunan uang sebesar Rp 200 ribu serta hidangan buka bersama dari para donatur yang dengan tulus berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan ini,’’ tandasnya.
Tidak hanya itu, pemkab juga menyediakan takjil untuk seluruh anak yatim yang hadair berupa voucher senilai Rp 25 ribu per anak untuk digunakan berbelanja di stand UMKM yang meramaikan acara kemarin.
Dengan santunan tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini berharap semangat gotong royong dan kebersamaan terjalin erat. ’’Tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan dalam membangun semangat gotong royong serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,’’ pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Baznas Jawa Timur, yang diwakili Wakil Ketua I Bagian Pengumpulan, Drs. KH. Masnuh. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah