Kecamatan memiliki peran strategis dalam melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pelatihan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Keberadaan Jempol Baron alias Jembatan Informasi Terpadu Pembangunan Kecamatan Trowulan, memberikan instrumen pengawasan yang lebih terstruktur dan berbasis data.
Sehingga fungsi monitoring dapat dilakukan secara optimal. ”Jadi, Jempol Baron ini lahir dari kebutuhan akan sistem yang lebih transparan dan akuntabel bagi kami dalam mengawasi serta melaporkan proyek khususnya di bidang pembangunan,’’ kata Camat Trowulan Mujiono.
Mekanisme kerja Jempol Baron pun cukup sederhana namun efektif. Di mana, setiap proyek maupun kegiatan pembangunan sudah terintegrasi jadi satu. Masing-masing kegiatan terdaftar dalam nomor registrasi. ’’Jadi, baik camat maupun seksi pembangunan sama-sama bisa mengakses arsip digital ini, tidak harus melihat secara manual lagi,’’ terangnya.
Dengan hadirnya aplikasi ini, Kecamatan Trowulan menjadi pioner dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengawasan pembangunan desa di Kabupaten Mojokerto. Melalui sistem ini, pihak kecamatan dapat melakukan monitoring lebih efisien. ’’Seperti monev di desa juga ada arsipnya di dalam aplikasi ini, kita tidak perlu melihat tumpukan berkas lagi karena semua bisa diakses secara digital,’’ imbuh Mujiono.
Memang, sebelum penerapan inovasi Jempol Baron, proses pembangunan di desa tidak terpantau secara optimal. Tidak adanya sistem pemantauan yang terintegrasi menyebabkan kurangnya data kinerja pembangunan desa. Sehingga kecamatan kesulitan melakukan penilaian terhadap pencapaian pembangunan di wilayah kerjanya.
”Ketidaktersediaan data tersebut berdampak pada lemahnya fungsi pengawasan dan pelatihan, serta menyulitkan pengambilan kebijakan berbasis bukti dalam rangka percepatan pembangunan desa,’’ papar dia.
Demikian juga setelah diterapkannya aplikasi Jempol Baron, proses pembangunan desa dapat terdata dan terpantau secara lebih baik, terstruktur, dan berbasis sistem. Informasi mengenai kemajuan kegiatan pembangunan di setiap desa dapat diakses secara real-time dan akurat.
Sehingga pihaknya memiliki dasar yang kuat untuk melakukan pengawasan dan memberikan arahan terhadap desa-desa yang belum mencapai target pembangunan secara maksimal. ”Inovasi ini mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel,’’ ulasnya.
Peningkatan capaian pembangunan di desa-desa dalam wilayah kerja Kecamatan Trowulan kian nyata berkat diterapkannya Jempol Baron. Dengan adanya sistem pemantauan yang terstruktur, ia menyatakan, tidak menutup kemungkinan inovasi tersebut akan dikembangkan di bidang lainnya.
”Tersedianya data yang lengkap secara aktual dan terintegrasi juga menjadi dasar yang kuat bagi camat dalam melakukan pengawasan serta menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, guna mendorong pemerataan dan percepatan pembangunan desa,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah